Daerah Maluku 

Londar – Rangkoly Gelar Doa Adat, Tanda Dimulai Pekerjaan Jalan Poros II

Saumlaki, indonesiatimur.co -Pekerjaan pengaspalan ruas Jalan Poros II di Kota Saumlaki, Ibukota Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) akan mulai dikerjakan. Ruas Jalan Poros II yang titik nol’nya berawal dari Ruas Jalan Poros I yang bertempat di Jl. Ir. Soekarno, Desa Sifnana Omele ini, akan tembus menuju Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, tepatnya menyambung Ruas Jalan menuju areal situs religius Kristus Raja, Finduar.

Untuk itu, mengawali pekerjaan jalan tersebut, sesuai dengan adat-istiadat Duan Lolat setempat, dua marga yang mempunyai petuanan pada areal titik nol tersebut kemudian menggelar ritual doa adat bersama-sama dengan Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi KKT beserta staf serta Camat Tanimbar Selatan, Kepala Desa Sifnana Omele beserta perangkatnya, Kontraktor Pelaksana dari PT. SD, Direksi dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan juga Pengawas dari Dinas PU, Jumat (24/06/2022). Kedua marga tersebut, yakni Marga Londar dan Rangkoly yang berasal dari Desa Sifnana Omele.

Advertisements

Saat memulai ritual doa adat, Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga dan Bina Konstruksi KKT Paulus Arnold Sabono, A.P., sempat memberikan arahannya. Dirinya menjelaskan bahwa pelaksanaan ritual adat dan doa bersama tersebut dimaksudkan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menjaga kearifan lokal agar selama pelaksanaan pekerjaan jalan, berjalan lancar dan akan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kemudian terkait permasalahan penyelesaian atas tanah petuanan milik dua marga, Londar dan Rangkoly, lanjut Kadis, aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti secara resmi dan tertulis sebagai tindaklanjut dari perkembangan pembangunan jalan kepada pihak Pemerintah Daerah (Pemda) KKT

“Kami sadar bahwa walaupun pembangunan jalan ini untuk kepentingan umum, tetapi tidak abaikan kepentingan kedua marga ini. Apa yang disampaikan, akan kami lanjutkan secara resmi dan mendorong dilakukannya pertemuan antara pemda dan kedua marga, tentunya dengan harapan, pekerjaan ini bisa diselesaikan tepat waktu dan bisa bermanfaat bukan saja untuk kedua marga ini,” ungkap Sabono.

Di tempat terpisah, Kadis Sabono mengatakan, dalam tahun ini, Dinas Bina Marga, SDA, dan Bina Konstruksi mendapatkan empat proyek pembangunan jalan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pekerjaan jalan pada beberapa titik di Tanimbar. Tiga pekerjaan berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yakni jalan Ir. Soekarno menuju daerah wisata religi Monumen Kristus Raja, Finduar dengan panjang ruas 2,6 km, lebar 4,5 meter, dengan menelan anggaran Rp9,5 milyar lebih. Kemudian ruas jalan dari Desa Ilngei menuju Desa Wowonda dengan panjang 2,255 km dan lebar 4,5 meter yang total anggarannya Rp4,4 milyar lebih. Selanjutnya, ruas jalan dari Desa Romean menuju Desa Sofyanin dengan anggaran Rp6,3 milyar lebih dan panjang jalan 2,7 km, serta lebar 4,5 meter.

“Selain 3 pekerjaan tersebut, ada satu pekerjaan jalan dari Kemendes PDTT yang berada di Kecamatan Selaru, yakni dari Desa Adaut menuju Tnyafar Lende, dengan jarak 11,45 km, lebar 6 meter, dengan anggaran Rp10,4 milyar lebih,” ungkap Kadis Sabono. (it-03)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Komentar anda:

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.