Daerah Maluku 

Sambut Semarak HDKD ke-77, Lapas Kelas III Saumlaki Gelar Donor Darah

Saumlaki, indonesiatimur.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Dinkes KKT), serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Petrus Paulus Magretti, menggelar kegiatan Donor Darah Massal secara terpusat, menjelang peringatan semarak Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) ke-77 Tahun 2022.

Aksi Donor Darah Massal Terpusat yang berlangsung di Aula Lapas Kelas III Saumlaki tersebut dilakukan secara serentak dan melibatkan para warga binaan yang diuji screening kesehatannya agar layak atau tidaknya melakukan proses donor darah. Kegiatan donor darah massal terpusat dimaksud juga adalah salah satu dari rangkaian kegiatan yang akan digelar oleh Lapas Kelas III Saumlaki menyongsong peringatan HDKD ke-77 yang akan diperingati pada 19 Agustus mendatang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas III Saumlaki, David Lekatompessy kepada indonesiatimur.co saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (28/07/2022).

Kalapas menjelaskan, menyongsong peringatan semarak HDKD mendatang, berbagai kegiatan sudah mulai dilaksanakan hingga puncaknya pada 19 Agustus nanti. Sebelumnya pihak Lapas telah melakukan giat Tarik Tambang dan selanjutnya kegiatan Donor Darah hari ini serta lomba Gawang Mini, lomba Nyanyi dan lomba Tarian Lokal dari daerah setempat.

“Kemarin kita sudah laksanakan lomba Tarik Tambang. Hari ini Donor Darah dan selanjutnya lomba Gawang Mini. Ada juga lomba Nyanyi bagi kategori Solois dan Group. Terkahir nanti akan ada juga lomba Tarian Adat dan semuanya hanya terfokus pada penghuni Lapas alias Warga Binaan,” ungkap Lekatompessy.

Sementara di waktu yang sama, Sekretaris PMI yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Catharina Utukaman, S.Si, Apt., yang dimintai keterangannya menjelaskan, kegiatan Donor Darah Massal tersebut merupakan kegiatan bersama PMI, Dinkes dan Lapas sendiri.

Selain itu tambah Utukaman, dari 21 Warga Binaan Lapas yang diuji Screening, hanya 4 orang yang layak mendonorkan darahnya, sementara warga binaan sisanya akan tetap berpeluang melakukan donor namun menunggu hasil uji laboratoriumnya keluar.

“Tadi empat orang Warga Binaan Lapas telah selesai donor dari total dua puluh satu orang. Sisanya belum mendapat giliran donor akibat keterbatasan kantong darah pada RSUD Magretti,” terang Utukaman. (it-03)

Terkait

Leave a Comment