Kadis Ketahanan Pangan Maluku: 11 Komoditas Rawan Naik Jelang Ramadan dan Idul Fitri
Ambon, indonesiatimur.co – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Faradilla Attamimi memaparkan langkah antisipasi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang empat momen besar keagamaan, yakni Tahun Baru Imlek, Ramadan, Idul Fitri, dan satu momen besar lainnya setelahnya.
Dalam keterangannya kepada awak media di acara After Lunch Ketahanan Pangan Daerah Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447/H/2016 M, pada Jumat (13/02/2026), ia menegaskan bahwa Ramadhan dan Idul Fitri menjadi periode dengan dampak konsumsi paling besar terhadap inflasi dan ketersediaan bahan pokok.
“Dari empat momen ini, yang paling besar dampaknya terhadap konsumsi adalah Ramadan dan Idul Fitri. Karena itu, kami bersama tim dan instansi terkait telah menganalisis komoditas apa saja yang berpotensi mengalami kenaikan harga,” ujarnya.
11 Komoditas Naik Jelang Ramadan
Kadis katakan, berdasarkan analisis sepanjang 2024 hingga awal 2025, terdapat 11 komoditas yang dalam satu bulan sebelum Ramadan cenderung mengalami kenaikan harga. Komoditas tersebut antara lain:
Beras, Sayur hijau, Wortel, Kacang panjang, Kacang buncis, Mentimun, Minyak goreng, Bensin, serta beberapa kebutuhan pokok lainnya.
Komoditas yang menjadi perhatian utama adalah beras, sayuran tertentu, dan minyak goreng.
Sementara itu, satu bulan setelah Ramadan dan Idul Fitri, komoditas yang perlu diantisipasi fluktuasinya antara lain cabai rawit, cabai merah, tomat, ikan, telur, bawang putih, susu kental manis (SKM), serta ikan asap.
“Komoditas ini harus kita jaga agar stok tetap tersedia dan harga tidak melonjak,” tegasnya.
Harga Sejumlah Komoditas Masih di Atas Rata-rata
Memasuki minggu pertama Februari 2026, harga bawang merah dan beras tercatat masih berada di atas rata-rata harga tiga tahun terakhir (2024–2026). Meski terjadi tren penurunan pada bawang merah, harganya tetap lebih tinggi dibanding rata-rata historis.
Sebaliknya, telur, cabai merah, dan cabai rawit relatif stabil dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.
Menurut Kadis, berdasarkan aplikasi pemantauan harga pangan, terdapat 15 komoditas di Maluku yang diatur melalui Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pemerintah (HAP). Namun, 11 di antaranya masih dijual di atas HET maupun HAP.
Komoditas yang masih berada di bawah HET/HAP hanya beras medium, beras SPHP, beras medium non-SPHP, dan daging sapi.
Kebutuhan Beras Capai 23.500 Ton per Bulan
Dari sisi kebutuhan, konsumsi beras masyarakat Maluku pada Februari diperkirakan mencapai 23.500 ton. Sementara kebutuhan minyak goreng sekitar 1.649 ton.
“Menjelang dan selama momen besar keagamaan, terjadi peningkatan konsumsi rumah tangga sekitar 10 hingga 15 persen,” jelasnya.
Perhitungan kebutuhan tersebut tidak hanya mencakup konsumsi rumah tangga, tetapi juga kebutuhan industri, kegiatan pemerintahan, dan sektor lainnya. Data tersebut kemudian dikombinasikan dengan ketersediaan stok untuk menyusun neraca pangan daerah.
Stok Strategis Umumnya Aman
Dari neraca bahan strategis menjelang Ramadhan, sejumlah komoditas seperti beras, daging sapi, telur, bawang, dan minyak goreng berada pada kategori aman. Artinya, stok masih mencukupi hingga dua bulan setelah Ramadhan.
Namun, cabai merah dan cabai rawit berada di bawah batas aman. Meski demikian, kondisi ini bukan berarti terjadi kekurangan pasokan.
“Cabai adalah komoditas mudah rusak, sehingga stok di pasar biasanya berganti setiap tiga hari. Karena itu, secara perhitungan stok selalu terlihat rendah, tetapi barangnya tetap tersedia,” jelasnya.
Satgas Pengendalian Harga Dibentuk
Untuk memperkuat pengawasan, Kadis jelaskan, Badan Pangan Nasional telah membentuk satuan tugas pengendalian harga, keamanan, dan distribusi pangan melalui Surat Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional.
Satgas tersebut bertugas melakukan pemantauan harian, pengawasan berjenjang dari kabupaten ke provinsi hingga pusat, serta melakukan penyelidikan ekonomi jika ditemukan lonjakan harga tidak wajar atau pelanggaran distribusi.
Di Maluku, satgas ini diketuai oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku, dengan anggota terdiri dari Kepala Dinas Pangan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Pertanian, serta instansi terkait lainnya.
Tujuh Kali Pasar Murah di Ambon
Sebagai langkah konkret menjaga keterjangkauan harga, Pemerintah Provinsi Maluku juga merencanakan pelaksanaan tujuh kali kegiatan pasar murah hingga menjelang Idul Fitri, khususnya di Kota Ambon.
Kegiatan ini diharapkan mampu menekan lonjakan harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
“Kami ingin memastikan stok tersedia, harga terkendali, dan mutu pangan tetap terjaga, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” tutupnya. (it-02)
