Pemprov Maluku Pastikan Ketahanan Pangan Kuat Jelang Ramadhan dan Idul Fitri
Ambon, indonesiatimur.co – Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang selaku Asisten II Setda Maluku, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan menjelang Ramadan hingga Idul Fitri.
Dalam pertemuan After Lunch yang digelar Dinas Kominfo Provinsi Maluku, dengan menghadirkan Kadis Ketahanan Pangan Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis Indag, Kadis ESDM, Kadis Perhubungan, Kadis Pertanian dan Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR, bersama awak media, Kasrul menyampaikan bahwa seluruh jajaran perangkat daerah yang hadir memiliki tugas dan fungsi yang berkaitan langsung dengan kebijakan publik, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan di Provinsi Maluku.
“Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur memastikan bahwa ketahanan pangan kita cukup kuat menyambut Ramadan sampai Idul Fitri,” ujarnya.
Imbauan Belanja Bijak
Kasrul mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau menumpuk bahan kebutuhan pokok.
“Belanjalah secukupnya. Jangan sampai belanja berlebihan karena semua barang tersedia dan harganya bisa terjangkau. Supaya masyarakat bisa melaksanakan ibadah puasa dengan tenang,” katanya.
Menurutnya, pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan, terutama dalam menghadapi lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Kebutuhan Diprediksi Naik 12–20 Persen
Pemerintah memprediksi adanya peningkatan kebutuhan pangan antara 12 hingga 20 persen selama periode Ramadan dan Idul Fitri. Namun, jika dalam kondisi normal seluruh pasokan terpenuhi, maka pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi berupa tambahan pasokan (ekstra) untuk menutup kekurangan apabila terjadi lonjakan permintaan.
Selain itu, dari tingkat pusat hingga daerah telah dibentuk satuan tugas (satgas) pangan untuk mengawasi distribusi dan ketersediaan bahan pokok.
“Satgas ini bertugas mengawasi agar kebutuhan dan ketersediaan pangan tetap terkendali. Dengan pengawasan berjenjang, semua bisa dipastikan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Satgas tersebut dibentuk oleh otoritas pangan dan instansi terkait yang memiliki kewenangan sumber daya, sehingga pengendalian distribusi dan pengawasan harga dapat dilakukan secara terpadu.
Minyak Tanah Turut Diawasi
Kasrul juga menyinggung soal distribusi energi, khususnya minyak tanah, yang menjadi bagian penting dari kebutuhan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa penjelasan teknis terkait ketersediaan dan distribusi minyak tanah akan dipaparkan lebih lanjut oleh Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku.
“Minyak tanah juga menjadi perhatian kita, baik dari sisi ketersediaan maupun pendistribusiannya di lapangan,” ujarnya.
Pemprov Maluku berharap dengan langkah antisipatif yang telah disiapkan, masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan hingga Idul Fitri dengan aman dan nyaman tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pangan maupun energi. (it-02)
