Bangkit dari Disclaimer, Ambon Akhirnya Raih WTP: Bukti Nyata Reformasi Tata Kelola Keuangan
Ambon, indonesiatimur.co – Setelah melewati perjalanan panjang penuh pembenahan, Pemerintah Kota Ambon akhirnya berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
Bagi Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan bukti nyata keberhasilan reformasi tata kelola keuangan yang terus dilakukan pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir.
“Ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan yang dilakukan seluruh jajaran Pemerintah Kota Ambon untuk memperbaiki tata kelola keuangan daerah. Akhirnya Kota Ambon berhasil memperoleh opini WTP,” kata Wattimena, Kamis (04/06/2026).
Raihan opini tertinggi dalam audit laporan keuangan pemerintah itu sekaligus mengakhiri penantian panjang Pemkot Ambon setelah sebelumnya harus menerima opini disclaimer selama tiga tahun berturut-turut.
Situasi tersebut menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari sistem administrasi, pengelolaan aset, hingga mekanisme pertanggungjawaban keuangan.
Menurut Wattimena, pengalaman mendapatkan opini disclaimer justru menjadi momentum evaluasi yang mendorong seluruh perangkat daerah bekerja lebih serius dalam memperbaiki tata kelola keuangan.
“Disclaimer selama tiga tahun berturut-turut dan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang diperoleh tahun lalu menjadi pelajaran berharga bagi kami. Semua catatan yang diberikan menjadi bahan evaluasi untuk terus melakukan perbaikan,” ujarnya.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Setelah berhasil meningkatkan kualitas laporan keuangan dan memperoleh opini WDP pada tahun sebelumnya, Pemkot Ambon kini berhasil naik satu tingkat dengan meraih opini WTP.
Wattimena menilai capaian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aspek kepatuhan terhadap regulasi, akuntabilitas penggunaan anggaran, serta transparansi dalam penyusunan laporan keuangan daerah.
Namun demikian, ia mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak terlena dengan pencapaian tersebut. Menurutnya, opini WTP bukanlah tujuan akhir, melainkan awal untuk membangun budaya pengelolaan keuangan yang lebih baik dan berkelanjutan.
“Jangan cepat berpuas diri. Opini WTP harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah secara transparan, akuntabel, dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada seluruh OPD yang telah bekerja keras melakukan pembenahan secara konsisten hingga menghasilkan laporan keuangan yang memenuhi standar pemeriksaan BPK RI.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah sekaligus menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan diperolehnya opini WTP atas LKPD Tahun Anggaran 2025, kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin meningkat. Ini menjadi modal penting untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik dan pembangunan yang semakin berkualitas bagi warga Kota Ambon,” tandasnya.
Keberhasilan meraih opini WTP menjadi tonggak baru bagi Pemerintah Kota Ambon. Dari masa-masa sulit dengan opini disclaimer hingga kini meraih predikat tertinggi dalam pengelolaan keuangan daerah, Ambon menunjukkan bahwa komitmen, kerja keras, dan konsistensi dalam melakukan pembenahan mampu menghasilkan perubahan yang nyata. (it-02)
