Semangat Hijrah dalam Aksi Nyata, Lapas Wahai Inisiasi Renovasi Masjid Bersama KUA dan MTsN 3 Maluku Tengah

Wahai, indonesiatimur.co – Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai inisiasi aksi sinergi lintas instansi melalui kegiatan bakti sosial renovasi masjid di wilayah Wahai, Senin (14/06/2026). Kegiatan gotong royong ini gandeng Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Seram Utara dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Maluku Tengah.

Kegiatan bakti sosial ini menjadi momentum mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap fasilitas ibadah di tengah masyarakat.

Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Usman Bakri, mewakili Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai kebaikan di tahun yang baru. Menurutnya, momentum Tahun Baru Islam harus dimaknai dengan tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin menularkan semangat hijrah ke arah yang lebih baik. Melalui kolaborasi dengan KUA dan MTsN 3 Maluku Tengah ini, kami berharap masjid yang direnovasi dapat memberikan kenyamanan bagi jamaah, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara Lapas dengan masyarakat dan instansi pendidikan di Wahai,” ujar Usman.

Aksi gotong royong ini disambut hangat oleh warga sekitar. Selain memperindah kondisi fisik bangunan masjid, kegiatan ini dinilai mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang merupakan jati diri bangsa.

Menanggapi kolaborasi tersebut, Kepala KUA Kecamatan Seram Utara, Maqatita Rumbaroa, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang digagas oleh Lapas Wahai. Ia menilai aksi gotong royong ini merupakan bentuk nyata dakwah bilhal yang efektif di tengah masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi langkah ini. Momentum Tahun Baru Islam ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk kembali memupuk rasa kepedulian. Renovasi masjid bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, melainkan juga membangun kedekatan antarinstansi dan masyarakat,” pesannya.

Senada, Kepala MTsN 3 Maluku Tengah, Noni Kaimudin, memberikan apresiasi dan memandang kolaborasi bersama Lapas Wahai sebagai ruang pembelajaran karakter yang berharga bagi para siswa.

“Kami sangat mendukung penuh keterlibatan siswa bersama jajaran Lapas Wahai dalam renovasi masjid ini. Ini adalah wujud pendidikan karakter yang sesungguhnya. Selain belajar teori di madrasah, siswa diajarkan langsung bagaimana bersosialisasi dan mengamalkan nilai-nilai agama melalui gotong royong nyata di lapangan,” ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menegaskan bahwa aksi nyata yang dilakukan Lapas Wahai merupakan cerminan semangat Pemasyarakatan yang semakin terbuka dan dekat dengan masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kolaborasi lintas sektoral yang dilakukan oleh Lapas Wahai bersama KUA dan MTsN 3 Maluku Tengah. Kegiatan ini membuktikan bahwa Lapas tidak lagi menjadi institusi yang eksklusif, melainkan bagian dari elemen masyarakat yang aktif berkontribusi dalam pembangunan sosial dan keagamaan,” tegasnya.

Kolaborasi antara unsur Pemasyarakatan, keagamaan, dan pendidikan ini diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan sosial lainnya guna memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat di wilayah Maluku Tengah. (it-06)