Ternak Mati Di Buru Akibat Sianida

Ambon, indonesiatimur.co – Pengaruh merkuri tidak dirasakan saat ini, tetapi butuh waktu 10 tahun kedepan. Hal ini diungkapkan peneliti DR Justinus Male, yang juga seorang dosen di Fakultas MIPA Universitas Pattimura Ambon. “Merkuri tidak mematikan dalam waktu singkat. Dampaknya baru nyata kurang lebih 10 tahun kedepan,”jelasnya pada Selasa (20/3). Oleh karena itu, dirinya menegaskan bahwa ternak yang mati di Pulau Buru saat ini, bukan karena pengaruh merkuri, tetapi karena sianida. Karena sejak ditutupnya pertambangan rakyat dan dibersihkannya jalur sungai oleh pemerintah, masyarakat membawa material emas ke rumah dan kemudian diolah…

selanjutnya