Ekonomi & Bisnis Nusa Tenggara Timur 

Tahun 2016, Pemerintah Cetak 4.375 Hektare Sawah Baru di NTT

Kupang – Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) berencana untuk mencetak areal persawahan baru di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pencetakan sawah seluas 4.375 hektare (ha) ini rencananya akan dibuka di 15 Kabupaten bekerjasama dengan dengan Korem 161/Wirasakti Kupang. Dirjen PSP Kementan Yandri mengatakan bahwa pemerintah telah menganggarkan anggaran sebanyak Rp 1 Triliun melalui APBN. “Anggaran ini jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu yang hanya berjumlah Rp 300 milyar,” kata Yandri seperti dilansir PosKupang, (20/01). Menurutnya, pemerintah memang serius dalam mewujudkan swasembada beras. Dia berharap kepada seluruh Kepala…

selanjutnya
Ekonomi & Bisnis Maluku Utara 

Maluku Utara Siap Cetak 8.000 Hektare Sawah Baru

Jakarta – Dalam upaya mendukung program swasembada beras, Dinas Pertanian (Distan) Maluku Utara berupaya mencetak sedikitnya 8.000 hektare sawah baru. Kalau pencetakan 8.000 hektare sawah baru itu bisa direalisasikan maka luas sawah Malut bertambah menjadi 19.000 hektare. “Jumlah itu diprediksi sudah bisa menghasilkan beras untuk kebutuhan masyarakat setempat,” kata Kepala Distan Maluku Utara Saiful Turui di Ternate, seperti dilansir Republika, (11/12). Menurutnya, selama ini produksi beras Malut dari luas sawah 11.000 hektare selama ini tercatat 70.000 gabah kering giling. “Sementara kebutuhan untuk konsumsi masyarakat Malut sekitar 120.000 ton per tahun…

selanjutnya
Daerah Sulawesi Tenggara 

80 Persen Tanaman Padi di Kolaka Terserang Hama

Kolaka – Tanaman padi seluas 157 hektar di Desa Tanganapo, Kecamatan Samaturu Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra) diserang hama. Karenanya, para petani di wilayah tersebut resah karena tanaman mereka rusak dan terancam gagal panen. Sekertaris Dinas Pertanian dan Peternakan Sultra, Suriati Raeba memberikan bantuan pestisida pembasmi hama kepada petani dengan harapan tanaman padi warga kembali membaik. “Penyemprotan bertujuan untuk meminimalisir serangan hama penggerak batang terhadap padi milik petani,” kata Suriati seperti dilansir kendarinews, 13/04/15. Selain itu, kata Suriati, pihaknya terus berupaya untuk memberikan ilmu kepada petani tentang cara merawat padi dengan…

selanjutnya
Daerah Sulawesi Barat 

Puluhan Hektar Sawah di Majene Kekeringan

Majene – Puluhan hektare sawah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mengalami kekeringan. Hal itu akibat kemarau yang melanda wilayah tersebut beberapa bulan terakhir. Saihu, salah seorang petani seperti dikutip inilah.com, mengatakan bahwa sawahnya mengalami kekeringan sejak satu bulan lalu. Kini tanaman padi di sawahnya itu menjadi rusak, pecah-pecah sehingga dimungkinkan tidak akan bisa dipanen. “Petani putus asa, karena gagal panen,” katanya. Saihu menuturkan, kondisi ini disebabkan oleh kemarau yang tak mampu diantisipasi oleh para petani. “Para petani di wilayah Majene hanya mengandalkan hujan untuk mengairi sawah-sawah mereka,” ucapnya. Karena itu,…

selanjutnya
Daerah Sulawesi Selatan 

Ratusan Hektar Sawah Teredam Banjir Sulsel

Ratusan hektare sawah terendam air setelah angin kencang yang disertai hujan deras melanda tiga kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (24/4). Angin kencang yang disertai hujan itu juga merusak sedikitnya 18 rumah warga. Rumah-rumah yang rusak terletak di Desa Lara, Kecamatan Baebunta. Sementara hujan deras menyebabkan Sungai Rongkong meluap dan merendam sawah dan rumah di Kecamatan Baebunta, Malangke, dan Malangke Barat. Ketinggian air di daerah itu bervariasi antara 1 hingga 2 meter. Akibat banjir tersebut, warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu…

selanjutnya
Ekonomi & Bisnis Hot Sulawesi Selatan 

65 Hektar Lahan Pertanian di Luwu Timur Terendam Banjir

Banjir yang melanda desa Pongkeru, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan membuat ratusan hektar lahan persawahan. Akibatnya, tanaman milik warga terancam mati dan gagal panen. Dari 80 hektar lahan perkebunan yang ada di Kabupaten Luwu Timur, 65 hektar terendam banjir. Pemda dinilai abai atas peristiwa banjir ini. “Saya terpaksa memetik buah padi yang bisa dipetik dari sawah yang sudah terendam air. Padahal padi yang saya petik sudah rusak. Namun tetap akan saya jemur untuk kebutuhan sehari-hari, habis kalau tidak begitu bagaimana lagi, pemerintah setempat cuek,” jelas salah satu warga desa Popngkeru,…

selanjutnya