Molana Island, Obyek Wisata yang Masih Tidur


pulau molana

Saparua, indonesiatimur.co. Salah satu pulau yang masuk dalam wilayah Pemerintah Desa haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah yakni Pulau Molana ternyata menyimpan potensi wisata yang bisa diandalkan untuk bersaing dengan obyek wisata lain seperti di Raja Ampat, Papua Barat maupun Bunaken di Sulawesi Utara.

Kelebihan dari obyek wisata di pulau tersebut antara lain memiliki pasir putih yang sangat halus bahkan kehalusannya menyerupai teping terigu. Selain itu keindahan bawah laut juga sangat bisa dinikmati oleh para pecinta olahraga selam (diving) nusantara ataupun dari mancanegara. molana-4

Pulau Molana kini sudah dilengkapi fasilitas untuk bermalam bagi para turis yang ingin menginap. Dua buah cottage dan sebuah restaurant sudah dibangun oleh pemilik umel (tempat wisata di Pulau Molana -red), August Kaya.

Saat berkunjung ke lokasi tersebut, reporter indonesiatimur.co terkesima kagum menyaksikan keindahan alam Pulau Molana.

August Kaya menjelaskan satu keuninikan pasir pantai di Pulau Molana ini yaitu pasir-pasir halus itu berpindah dari satu sisi pulau ke sisi yang lain pada sat terjadi perubahan musim ombak. “Kalau musim barat, maka pasirnya akan berpindah ke timur pulau ini (Molana). Sebaliknya jika musim timur, maka posisi pasir putihnya akan berpindah lagi ke bagian barat,” kata Kaya.

Menurut mantan Kepala Bidang Olahraga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Dinas Pendidikan Nasional) Provinsi Maluku, keindahan bawah laut juga tidak kalah menariknya dnegan yang ada di Raja Ampat maupun Bunaken.

“Jika kalian (wartawan) menyelam, maka akan menemukan karang laut yang tumbuh subur dan masih alamiah serta menjadi tempat bermain ratusan jenis ikan hias dan ikan karang,” ungkapnya.

Pria yang pernah menjabat Ketua Harian KONI Maluku ini, lebih jauh menjelaskan bahwa lokasi obyek wisata di Pulau Molana ini boleh dikatakan masih asli dan tidak mengalami perubahan, di mana dihiasi beraneka tanaman bakau serta pohon rindang.

Dirinya mengakui, hingga saat ini kurang lebih 64 orang wisatawan mancanegara telah berkunjung ke pulau yang tidak berpenghuni dan berada diantara Pulau Saparua dan Nusalaut tersebut.

“Tidak hanya itu, Kaya juga mengatakan di Pulau Molana, wisatawan yang berkunjung juga dapat dengan mudah menemukan biawak (sejenis kadal). “Di sini terdapat banyak Biawak. Jika wisatawan ingin melihatnya, maka tinggal menyediakan ikan saja. Bau Amis akan menarik perhatian biawak untuk keliar dari sarangnya untuk mencari sumber bau amis tersebut,” bebernya.

August Kaya berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku maupun pemerintah kabupaten (Pemkab) Malteng dapat memperhatikan pengembangan Pulau Molana sebagai salah satu obyek wisata andalan di masa mendatang, mengingat potensinya sangat menjanjikan.

“Kami berharap Pemprov maupun Pemkab khususnya Dinas Pariwisata dapat memperhatikan pengembangan obyek wisata Pulau Molana, terutama dengan membantu pengadaan mesin penyulingan air, mengingat kebutuhan air bersih selama ini harus dibawa dari Desa haria dengan menggunakan ketinting maupun speedboat,” harapnya.

Dia mengakui, ketersediaan air tawar untuk kebutuhan mandi dan minum merupakan hambatan utama dalam pengembangan obyek wisata tersebut, sehingga harus diambil dan diangkut dari Desa Haria yang berjarak 3 km menggunakan speedboat.

pantai pasir putih pulau molana

Setelah berbincang-bincang dengan pemilik obyek wisata di Pulau Molana atau yang lebih dikenal dengan Molana Island ini, reporter indonesiatimur.co menyempatkan diri untuk menelusuri pantai dan mengukur panjang pantai pasir putih di lokasi tersebut. Ternyata, pasir putih yang begitu halus ini terhampar di pantai sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer. Menariknya, selama menelusuri pantai, ditemukan tebing batu karang alami dan goa-goa karang kecil. (GHEA)

Comments

comments

Komentar anda: