Politik Sulawesi Barat 

DPRD Ikut Berdemo ke Kantor Gubernur Sulbar

mamuju tengah

 

Aliansi Masyarakat Mamuju Tengah yang terdiri dari sejumlah anggota DPRD, camat dan ribuan warga Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), berujuk rasa di kantor gubernur Sulbar, Selasa (30/4). Para pengunjuk rasa kecewa atas kisruh penempatan pejabat carateker Daerah Otonom Baru (DOB) di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng).

Anggota DPRD Mamuju yang ikut aksi itu antara lain Arsal Aras (Golkar), Hasanuddin Zaelong (Hanura), Firman Argo Waskito (PDI-P), Suraidah Duka (Demkrat). Camat yang ikut antara lain Camat Topoyo, Irawati Jamal dan para aparat kepala desa se-wilayah Mateng.

Advertisements

Arsal Aras dalam orasinya di depan kantor gubernur meminta Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh atau perwakilannya berdialog dengan para pengunjuk rasa terkait penempatan carateker di Mateng. Namun Gubernur Anwar tidak bisa menemui mereka karena dia masih berada di Jakarta untuk mengikuti Musrenbang Nasional.

Arsal mengatakan, sampai saat ini masih terjadi tarik ulur soal siapa yang akan didaulat sebagai caretaker bupati di Kabupaten Mateng. Mereka menginginkan Habsi Wahid ditunjuk sebagai pejabat carateker.

Sedianya, caretaker bupati Meteng dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi pada 22 April ini di Jakarta tetapi hal itu tidak terjadi. Hal itu, kata Arsal, memicu keresahan masyarakat Mateng. Mereka tidak rela orang yang tidak terlibat dalam upaya pembentukan kabupaten baru itu tiba-tiba ditunjuk untuk memimpin wilayah tersebut.

Ketetapan terbentuknya Kabupaten Mateng tertuang ke dalam Undang-Undang Nomor 4 tahun 2013.

Sebelumnya direncanakan, pelantikan pejabat Bupati Mateng dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan caretaker sejumlah Daerah Otonomi Baru (DOB) yang telah ditetapkan.

Sekretaris Provinsi Sulbar, Ismail Zainuddin, menyatakan bahwa aspirasi masyarakat Mateng akan disampaikan langsung ke Gubernur Anwar. (AW)

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

PPKM Mikro Ambon