Daerah Papua 

Upaya Penyelamatan Korban Longsor Freeport Masih Berlanjut

freeport-indonesiaTembagapura, indonesiatimur.co – Upaya penyelamatan terhadap korban yang masih terperangkap dalam lokasi penambangan yang longsor milik PT Freeport Indonesia masih berlangsung hingga sore ini (14/5).

Setidaknya sekitar 30 orang diduga masih belum diketahui statusnya, sementara 5 korban telah berhasil diselamatkan. Korban yang berhasil diselamatkan tersebut, antara lain adalah: Yoni Edowai, Petrus, Mathius, David Gobai, dan Yapinus Tabuni. Satu dari mereka menderita patah tulang di berbagai bagian tubuh.

Pihak PT Freeport Indonesia melalui juru bicaranya, Daisy Primayanti mengungkapkan kesulitan untuk memastikan jumlah korban dan statusnya karena tingkat kesulitan dalam upaya penyelamatan yang tinggi.

“Saat ini kami masih belum dapat mengkonfirmasi jumlah korban baik yang cedera, terperangkap ataupun meninggal. Proses penyelamatan sangat sulit dan masih membutuhkan waktu.” urai Daisy dalam siaran persnya.

Daisy menambahkan bahwa upaya penyelamatan dilaksanakan oleh Emergency Response Group dan notifikasi telah disampaikan kepada pihak pemerintah termasuk Inspektur Pertambangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Perbedaan perkiraan jumlah korban yang masih terperangkap terungkap ketika juru bicara serikat pekerja PT Freeport, Juli Parorrongan menyatakan pada reporter Dow Jones Newswire bahwa jumlah yang masih terperangkap sebanyak 30 orang. Sementara juru bicara serikat pekerja subkontraktor untuk PT Freeport, Virgo Sallosa menyebutkan jumlah korban yang masih terperangkap adalah 34 orang setelah 3 orang berhasil diselamatkan.

Pihak Kementerian ESDM melalui Direktur Pengusahaan Mineral, Dede Ida Suhenda mengkonfirmasi bahwa telah menerima laporan dan kemudian menindaklanjuti laporan PT Freeport tersebut dengan mengirimkan tim khusus untuk menyelidiki insiden yang terjadi pada terowongan fasilitas pelatihan tambang bawah tanah tersebut. (ps)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon