Daerah Ekonomi & Bisnis Sulawesi Tenggara 

Begini Cara Pemkot Kendari Tekan Angka Kemiskinan

Kendari – Masalah kemiskinan di Indonesia khususnya Indonesia Timur masih menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan. Namun meski begitu pemerintah baik pusat maupun daerah berusaha terus untuk mengatasi permasalahan itu. Ada beberapa program yang dilakukan oleh pemerintah seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang meluncurkan program persaudaraan madani (Permadani). “Konsep persaudaraan madani yang kami jalankan sejak 2008 hingga tahun 2015 berhasil menekan angka kemiskinan Kendari dari 13 persen menjadi 6,5 persen,” kata Sekretaris daerah (Sekda) Kota Kendari, Alamsyah lkotunani seperti dilansir Antara, (11/12). Menurutnya, Persaudaraan Madani…

selanjutnya
Daerah Gorontalo 

Gorontalo Jadi ‘Miskin’ Setelah Pisah dari Sulawesi Utara

Gorontalo – Setelah memisahkan diri dari provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Provinsi Gorontalo belum menunjukan kemajuan yang begitu signifikan. Bahkan, angka kemiskinan di Provinsi ini terbilang masih tinggi yakni mencapai 17 persen. Asisten III Administrasi Umum dan Keuangan Provinsi Gorontalo Nurlan Darise mengatakan, bahwa kemiskinan terbesar yang terjadi di Gorontalo ini dimulai sejak berpisah dengan Sulawesi Utara beberapa tahun lalu. “IPM-nya Gorontalo sebelum pisah di atas 10, lalu sewaktu pisah menjadi rangking dua,” jelasnya kepada Republika, di Hotel Maqma Gorontalo, Selasa, (28/7). Berbagai upaya dilakukan oleh Provinsi yang saat ini dipimpin…

selanjutnya
Daerah Nusa Tenggara Timur 

Anggota DPR RI: Jangan Sembunyikan Kemiskinan di NTT!

Tambolaka – Selama ini, kasus kemiskinan di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi masalah besar yang tidak hanya menjadi masalah bagi daerah itu namun juga bagi Indonesia. Dua politisi senior NTT di Senayan, Charles Mesang dan Ibrahim Agustinus Medah meminta agar seluruh bupati se-NTT tidak ‘menyembunyikan’ kemiskinan di daerahnya itu. “Dengan demikian akan memudahkan pemerintah pusat memberikan bantuan,” kata Anggota DPR RI Dr. Charles J. Mesang ketika bersama Anggota DPD RI Ibrahim A. Medah melakukan kegiatan reses di Gedung GKS Waimangura Kecamatan Wejewa Barat Kabupaten Sumba Barat Daya, seperti dilansir LintasNTT,…

selanjutnya
Daerah Ekonomi & Bisnis Maluku Utara 

Parah! 80 % Nelayan Malut Masih Miskin

Ternate – Berdasarkan hasil monitoring lapangan, Dinas Perikanan dan Kelautan Maluku Utara memprediksi ada sekitar 80 persen nelayan lokal yang hidupnya masih di bawah garis kemiskinan. Mereka pada umumnya mengantungkan hidupnya pada alat tangkap milik nelayan atau pihak lain. “20 persen nelayan yang hidup mapan merupakan kelompok yang sudah melakukan usaha untuk komoditas ikan bernilai ekonomis tinggi seperti tuna, cakalang, kerapu dan rumput laut,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Utara Buyung Rajilun seperti dilansir Tempo, 12/06. Menurut Buyung, pendapatan rata-rata kelompok nelayan ini setiap bulan antara Rp…

selanjutnya
Daerah Nusa Tenggara Timur 

Anggota DPR; Seluruh Warga NTT Miskin

Lewoleba – Sebagai daerah yang ada di bagian timur indonesia, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu daerah yang masih butuh perhatian. Pasalnya, kondisi perekonomian warga di wilayah tersebut masih sangat rendah jika dibanding dengan warga yang ada di pulau jawa. Anggota Komisi XI DPR RI, Johny G Plate, S.E mengatakan bahwa apabila ukuran pendapatan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) disesuaikan dengan standar PBB, maka seluruh penduduk di provinsi ini masuk kategori miskin. “Pendapatan yang diperoleh jauh dari standar PBB itu. Bahkan secara nasional pun NTT masih jauh di bawah,”…

selanjutnya
Daerah Maluku Utara 

Duh! Warga Miskin di Maluku Utara Kian Bertambah

Ternate – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik 2015, penduduk miskin di Provinsi Maluku Utara bertambah 2,2 ribu orang. Sebelumnya, jumah penduduk miskin di Malut mencapai 84,64 ribu jiwa. “Hal itu akibat pengaruh kebutuhan ekonomi di Maluku Utara yang terus meningkat,” kata M Habibullah, Kepala BPS Maluku Utara, seperti dilansir Tempo, 27/04/15. Habibullah mengatakan peningkatan penduduk miskin ini cenderung lebih banyak terjadi di pedesaan ketimbang di wilayah perkotaan. “Penduduk miskin di pedesaan bertambah sekitar 3,2 ribu orang dari sebelumnya hanya 70,45 orang,” terangnya. Sementara untuk wilayah perkotaan, penduduk miskin ini…

selanjutnya
Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com