Budaya Maluku 

Mercy: Kita Bisa Keluar dari Kemiskinan Jika Kerja Bersama, Saling Menghormati, dan Jaga Tatanan Adat Budaya

Ambon, indonesiatimur.co – Solusi strategis untuk mengatasi ketimpangan sosial dan ekonomi di Maluku, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Maluku, Mercy Chriesty Barends, menegaskan pentingnya kolaborasi antara tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Hal ini dikatakannya kepada wartawan, usai membuka kegiatan Semarak Budaya yang diselenggarakan Komisi X DPR RI yang bekerjasama dengan Kementerian Kebudayaan RI, di Hotel Manise Ambon, pada Senin (28/07/2025). Semarak Budaya seri kedua ini dihadiri 50 peserta perwakilan dari tokoh agama, adat, budaya, masyarakat, dan pimpinan paguyuban etnis dari berbagai wilayah di Maluku,…

Read More
Daerah Ekonomi & Bisnis Sulawesi Tenggara 

Begini Cara Pemkot Kendari Tekan Angka Kemiskinan

Kendari – Masalah kemiskinan di Indonesia khususnya Indonesia Timur masih menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan. Namun meski begitu pemerintah baik pusat maupun daerah berusaha terus untuk mengatasi permasalahan itu. Ada beberapa program yang dilakukan oleh pemerintah seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang meluncurkan program persaudaraan madani (Permadani). “Konsep persaudaraan madani yang kami jalankan sejak 2008 hingga tahun 2015 berhasil menekan angka kemiskinan Kendari dari 13 persen menjadi 6,5 persen,” kata Sekretaris daerah (Sekda) Kota Kendari, Alamsyah lkotunani seperti dilansir Antara, (11/12). Menurutnya, Persaudaraan Madani…

Read More
Daerah Nusa Tenggara Timur 

Rokok Jadi Penyebab Kemiskinan di NTT

Jakarta – Seiring berjalannya waktu, konsumsi merokok di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat. Hal ini bahkan menjadi salah satu penyebab yang mengakibatkan NTT menjadi semakin miskin. “NTT paling besar tingkat konsumsi rokok yakni sekitar 55,7 persen jauh di atas konsumsi Nasional, 29,3 persen. Padahal NTT adalah provinsi paling miskin di Indonesia,” kata akademisi ME Perseveranda dari Universitas Kristen Widya Mandira, Kupang, seperti dilansir Antara, (26/10). Menurut dia, jumlah penduduk miskin di NTT terus meningkat sekitar 0,66 persen dari jumlah penduduk miskin tercatat 20,03 persen dari jumlah populasi yang…

Read More
Daerah Gorontalo 

Gorontalo Jadi ‘Miskin’ Setelah Pisah dari Sulawesi Utara

Gorontalo – Setelah memisahkan diri dari provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Provinsi Gorontalo belum menunjukan kemajuan yang begitu signifikan. Bahkan, angka kemiskinan di Provinsi ini terbilang masih tinggi yakni mencapai 17 persen. Asisten III Administrasi Umum dan Keuangan Provinsi Gorontalo Nurlan Darise mengatakan, bahwa kemiskinan terbesar yang terjadi di Gorontalo ini dimulai sejak berpisah dengan Sulawesi Utara beberapa tahun lalu. “IPM-nya Gorontalo sebelum pisah di atas 10, lalu sewaktu pisah menjadi rangking dua,” jelasnya kepada Republika, di Hotel Maqma Gorontalo, Selasa, (28/7). Berbagai upaya dilakukan oleh Provinsi yang saat ini dipimpin…

Read More
Daerah Nusa Tenggara Timur 

Anggota DPR RI: Jangan Sembunyikan Kemiskinan di NTT!

Tambolaka – Selama ini, kasus kemiskinan di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi masalah besar yang tidak hanya menjadi masalah bagi daerah itu namun juga bagi Indonesia. Dua politisi senior NTT di Senayan, Charles Mesang dan Ibrahim Agustinus Medah meminta agar seluruh bupati se-NTT tidak ‘menyembunyikan’ kemiskinan di daerahnya itu. “Dengan demikian akan memudahkan pemerintah pusat memberikan bantuan,” kata Anggota DPR RI Dr. Charles J. Mesang ketika bersama Anggota DPD RI Ibrahim A. Medah melakukan kegiatan reses di Gedung GKS Waimangura Kecamatan Wejewa Barat Kabupaten Sumba Barat Daya, seperti dilansir LintasNTT,…

Read More
Daerah Ekonomi & Bisnis Maluku Utara 

Parah! 80 % Nelayan Malut Masih Miskin

Ternate – Berdasarkan hasil monitoring lapangan, Dinas Perikanan dan Kelautan Maluku Utara memprediksi ada sekitar 80 persen nelayan lokal yang hidupnya masih di bawah garis kemiskinan. Mereka pada umumnya mengantungkan hidupnya pada alat tangkap milik nelayan atau pihak lain. “20 persen nelayan yang hidup mapan merupakan kelompok yang sudah melakukan usaha untuk komoditas ikan bernilai ekonomis tinggi seperti tuna, cakalang, kerapu dan rumput laut,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Utara Buyung Rajilun seperti dilansir Tempo, 12/06. Menurut Buyung, pendapatan rata-rata kelompok nelayan ini setiap bulan antara Rp…

Read More