Hot IpTek Lingkungan Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat 

Ada Penampakan Burung Surga Nusantara di New York Times

Lesser Bird of Paradise (Paradisaea Minor) di Kepala Burung Papua [Tim Laman]
Lesser Bird of Paradise (Paradisaea Minor) di Daerah Kepala Burung Papua [Tim Laman]
Penampakan Langka Burung-Burung dari Surga, begitulah kira-kira bila judul laporan harian New York Times (NYT) yang terbit Senin lalu tersebut  (3/6) diterjemahkan secara bebas.

Artikel tersebut mengapresiasi kegiatan fotografi dari Tim Laman dalam rangkaian ekspedisi “Birds of Paradise” di daerah Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua, Papua Nuigini, dan Australia Timur selama 2 tahun terakhir. Delapan belas foto burung-burung surga yang dihasilkan dari kamera Tim ditampilkan dalam slideshow artikel tersebut. Foto-foto tersebut membangun kekaguman pengunjung, terlihat dari komentar-komentar yang terekam.

“Foto-foto ini benar-benar menunjukkan betapa indahnya planet yang kita huni ini. Saya berharap mudah-mudahan kita dapat belajar hidup dengan keindahan ini tanpa menghancurkannya ,” ujar Linda dari Oklahoma

Sebagian besar dari foto burung yang ditampilkan artikel tersebut merupakan burung asli nusantara. Burung-burung tersebut semuanya merupakan keluarga Birds of Paradise (Paradisaeidae) yang memang paling banyak ditemukan di Papua. Selain Papua, spesies lain dari keluarga burung surga ini juga direkam Tim di Halmahera, Kepulauan Aru dan Kep. Raja Ampat. Sebagian besar dari burung-burung tersebut juga terancam kepunahan seiring dengan deforestasi habitatnya.

Menurut  sang fotografer, Tim Laman, burung-burung surga ini merupakan burung-burung kecil yang benar-benar spektakuler yang dapat memotivasi orang untuk menyelamatkan hutan hujan di Papua. “Salah satu misi penting saya adalah membuat lebih banyak lagi orang memberikan perhatian pada keaneka-ragaman kehidupan bumi ini yang harus kita lindungi,” katanya menjelaskan misinya.

Artikel NYT itu juga sedikit menceritakan mengenai kegigihan dan kesabaran Tim Laman dalam upayanya membidik burung-burung langka tersebut dengan kameranya. Tanpa bantuan dari penduduk lokal, kesulitan Tim dalam menemukan lokasi akan jauh semakin sulit. Ketika lokasi ditemukanpun, Tim masih harus membangun pengintaian dan melakukan penantian berjam-jam. Tim bahkan dalam beberapa kali pengintaian berhari-hari tidak dapat menemukan apapun juga.

“Namun ketika momen-momen tersebut datang, jantung saya berdegup kencang melihat seekor burung surga biru bergantung, melompat-lompat, dan menggoyangkan kabel ekornya. Dia melakukan sesuatu yang benar-benar ajaib dalam dunia kita.” kat Tim melukiskan kekagumannya.

Berikut ini adalah rekaman video Magnificent Riflebird jantan menari untuk memperoleh perhatian dari pasangan betinanya.

Tim Laman adalah Fotografer Margasatwa dan seorang Ahli Biologi Lapangan. Dia pertama kali mengunjungi hutan hujan adalah pada tahun 1987 ke Kalimantan untuk melakukan penelitian, sejak saat itu Tim selalu beredar di kawasan Asia Pasifik, terutama Indonesia untuk mencari data-data sains dan fotografi.

Dalam rintisan penelitiannya, Tim telah melakukan lebih dari 500 kali memanjat pohon raksasa, mempelajari kanopi dan pucuk pohon serta kehidupan di sekitarnya. Kegiatan ini membuatnya memperoleh gelar Ph.D.  dari Universitas Harvard dalam bidang Biologi. (ps)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon