Daerah Sulawesi Barat 

Jumlah Pengguna Narkoba di Kab Mamuju tertinggi di Sulbar

Jumlah Pengguna Narkoba Mamuju Tertinggi di Sulbar

 

Berdasarkan catatan Badan Narkotika Nasional atau BNN, ada sejumlah 11.151 penduduk Sulawesi Barat yang mengkonsumsi narkoba pada tahun 2011. Apabila dikalkulasikan yaitu ada sebanyak 1,8 persen dari seluruh penduduk Sulbar yang mengkonsumsi narkoba.

Fakta itu terungkap dari hasil penelitian BNN yang bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (Puslitkus-UI) pada tahun 2008. Dari hasil penelitian tersebut menunjukan adanya prevalensi pecandu narkoba di Indonesia antara 3,1 hingga 3,6 juta jiwa. Dan pada tahun 2011 angka prevalensi itu naik menjadi sekira 3,7 hingga 4,7 jiwa atau sekitar 2,2 persen.

Parahnya, hanya sekira 18 ribu atau 0,47 persen saja dari total penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang mendapat layanan terapi dan rehabilitasi.

“Kondisi itu terjadi karena minimnya balai rehab yang kita miliki,” ujar Perwakilan BNN pusat dr Jolan Tedjokoesoemo di Mamuju, seperti dilansir di radar-sulbar.com, Kamis (5/9).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat diperlukan dalam menyelenggarakan rehabilitasi. Hal itu karena kondisi keterbatasan sarana rehabilitasi menjadi pemicu penanganan terhadap pengguna narkoba.

“Apalagi di Sulbar ternyata belum ada satupun balai rehab. Pertanyaannya adalah dibawa kemana pengguna narkoba di daerah ini? jadi peranan masyarakat memang memegang kunci penting,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Jusran Rifai selaku Kepala BNN Sulbar menjelaskan, tingkat penggunaan narkoba terus meningkat dan hal itu menunjukkan permasalahan barang haram tersebut belum menemui titik terang.

“Dampak buruknya adalah berkembangnya HIV/AIDS akibat penggunaan jarum suntik secara bergantian” tambahnya.

Menurut data BNN Sulbar, daerah dengan jumlah pengguna narkoba tertinggi adalah Kabupaten Mamuju, yaitu sebanyak 4.044 jiwa pengguna. [A.S]

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon