Daerah Ekonomi & Bisnis Maluku Utara 

Terhambat Anggaran, Proyek Insfrastruktur di Malut Macet

[ilustrasi]
[ilustrasi]
Malut – Kementerian PU diminta segera mencairkan anggaran untuk proyek insfrastruktur di Maluku Utara tahun 2014. Pasalnya, sampai saat ini, kontrak pekerjaan belum juga dilakukan, dikarenakan terhambat anggaran.

“Belum cairnya anggaran tersebut bisa berdampak pada hasil pekerjaan nanti, terutama ketepatan waktu,” kata Koordinator Lembaga Pemantau Proyek Publik (Lepprop) Maluku Utara, Abdul Halim, belum lama ini.

Halim mengatakan, tahun ini, banyak proyek dengan alokasi anggaran di atas dua puluh miliar, terutama proyek jembatan dan jalan.

“Jika proyek tersebut dikerjakan pada bulan April, maka dikhawatirkan justru menjadi beban bagi pelaksana nantinya,” ucap Halim.

Berdasarkan pengalaman yang terjadi selama ini, kata Halim, proyek jembatan dengan konstruksi baja, waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut bisa mencapai 270 hingga 300 hari.

“Sementara waktu yang tersisa saat ini tinggal 240 hari sampai 31 Desember 2014. Itupun jika kontraknya dilakukan awal April 2014,” ungkapnya.

Halim menyayangkan jika proyek-proyek tersebut harus dibatalkan karena waktu pelaksanaan yang tidak mencukupi. Karenanya, Halim meminta Kementerian PU harus segera berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk menghapus tanda bintang pada pagu anggaran Maluku Utara itu.

“Baik proyek jalan maupun jembatan sangat dibutuhkan daerah ini untuk membuka akses masyarakat sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan.

Sementara proyek irigasi dan air baku, lanjut Halim, juga sangat penting karena menjadi kebutuhan utama masyarakat Maluku Utara.

“Proyek ini harus segera dilaksanakan apalagi saat ini saat yang tepat karena belum memasuki musim hujan,” tutupnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon