Daerah Ekonomi & Bisnis Nusa Tenggara Timur 

Budget Sail Komodo 2013 Diajukan Pemprov NTT

Kegiatan Sail Komodo 2013 di Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan dana sekitar Rp3,7 triliun terutama untuk perbaikan fasilitas, aksesibilitas, sumber daya manusia, serta infrastruktur kawasan wisata.

“Untuk menyukseskan agenda besar menyambut Sail Komodo 2013, pemerintah Provinsi NTT mengajukan dana sebesar Rp3,7 triliun lebih kepada pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan lintas sektor, terutama sektor pariwisata NTT,” kata Kepala Bidang II yang membidangi Ekonomi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTT Marius jelamu di Kupang, Minggu.

Menurut dia, dana sebesar Rp3,7 triliun akan diminta pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2012 dan APBN Murni 2013 yang terdistribusi pada semua kementerian.

“Sesuai rencana pada APBN Perubahan 2012 akan dianggarkan sekitar Rp1,4 triliun dan pada anggaran murni APBN 2013 sebanyak Rp2,3 triliun,” kata Marius Jelamu yang juga anggota Widyaswara tingkat Provinsi NTT.

Distribusi anggaran itu adalah Kementerian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Rp15 miliar pada APBN-P 2012 dan Rp25 miliar APBN 2013, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Rp50 miliar pada APBN-P 2012 dan Rp350 miliar pada APBN 2013 untuk mendukung penataan lokasi wisata bahari.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rp50 miliar dari dana APBN-P 2012 dan Rp150 miliar dari APBN 2013 yang akan digunakan untuk pembangunan desa-desa wisata, pembinaan dan pengembangan kelompok-kelompok usaha ekonomi kreatif dan perbaikan fasilitas destinasi wisata serta memfasilitasi pelaku wisata dalam mendukung Sail Komodo 2013.

Kementerian Pekerjaan Umum Rp500 miliar pada APBN-P 2012 dan Rp750 miliar pada APBN 2013 untuk peningkatan dan rehabilitasi ruas-ruas jalan menuju destinasi wisata, perbaikan jalan lingkungan, pembangunan jaringan air bersih dan penyediaan tangki air untuk pelayanan air bersih.

Kementerian Perumahan Rakyat Rp50 miliar dana APBN-P 2012 dan Rp450 miliar dana APBN 2013 untuk rehabilitasi rumah rakyat pada lokasi destinasi wisata dan penataan kawasan pemukiman penduduk.

Kementerian Perhubungan Rp250 miliar untuk APBN-P 2012 dan Rp500 miliar dari APBN 2013 untuk peningkatan Bandara, pelabuhan laut dan terminal, pengadaan kapal penyeberangan dan pengadaan mobil angkutan wisata.

Kementerian Kesehatan Rp150 miliar dari APBN-P 2012 dan Rp150 miliar dari APBN 2013 untuk peningkatan rumah sakit di Labuan Bajo, pengadaan mobil ambulans, rehebilitasi puskesmas dan peningkatan sarana puskesmas.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rp200 miliar dari APBN-P 2012 dan Rp300 miliar dari APBN 2013 untuk rehabilitasi museum, rumah adat, tempat-tempat bersejarah dan pelaksanaan seminar internasional.

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rp30 miliar dari APBN-P 2012 dan Rp70 miliar dari APBN 2013 untuk pengembangan jaringan listrik pedesaan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Mikrohidro.

Kementerian Pertanian Rp25 miliar dari APBN-P 2012 dan Rp75 miliar dari APBN 2013 untuk peningkatan dan rehabilitasi lokasi wisata agro dan pengembangan wisata agro.

Kementerian Kehutanan Rp25 miliar dari APBN-P dan Rp50 miliar dari APBN 2013 untuk peningkatan Wisata Taman Nasional Komodo dan peningkatan lokasi wisata pada kawasan hutan.

Kementerian Sosial Rp20 miliar dari APBN-P 2012 dan Rp30 miliar dari APBN 2013 untuk peningkatan pembangunan komunitas adat terpencil yang menjadi lokasi destinasi wisata dan peningkatan pelayanan sosial pada masyarakat miskin pada lokasi destinasi wisata.

Kementerian Informasi dan Komunikasi Rp10 miliar dari APBN-P 2012 dan Rp40 miliar dari APBN 2013 untuk dukungan informasi dan promosi serta peningkatan jaringan informasi pada lokasi kegiatan.

Dari Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Udara dukungan berupa pesawat hercules untuk dukungan logistik transportasi udara dan penyelenggaraan even terjun payung komodo.

Mabes TNI Angkatan Laut memberikan dukungan kapal untuk mendukung jangkauan lokasi wisata dan logistik laut dan penyelenggaraan selam masal internasional.

Secara terpisah Kepala Dinas Pariwisata NTT, Abraham Klakik mengatakan keberhasilan kegiatan Sail Komodo 2013 tergantung dari persiapan semua sektor terkait di dalam membenahi dan memperhatikan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Menurut dia Dinas Pariwisata bertugas untuk membenahi dan menata semua objek wisata yang menjadi destinasi, penataan tempat-tempat acara setiap destinasi dan menyiapkan SDM yang andal dalam memandu wisata.

“Untuk memperkenalkan gema Sail Komodo 2013 mulai awal 2012 sudah dilaksanakan berbagai kegiatan pariwisata yang melibatkan semua komponen masyarakat,” kata Klakik.

Sementara itu Kepala Biro Keuangan Sekretariat Daerah NTT, Ubaldus Toda menjelaskan selain permohonan dana sebesar Rp3,7 triliun kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi NTT juga menganggarkan dana untuk kegiatan Sail Komodo 2013 yang akan diperjuangkan dari APBD Perubahan 2012 sebesar Rp20 miliar dan sekitar Rp50 miliar akan masuk pada APBD Murni 2013.

“Dana tersebut akan digunakan untuk perbaikan infrastruktur pada semua kabupaten dan kota di NTT yang menjadi tempat destinasi wisata dan akan dilewati oleh peserta “Sail Komodo”,” kata Ubaldus.
(ANT-296)

Editor: Ella Syafputri

antara terkini

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon