Ekonomi & Bisnis Hot 

Rp 1,8 Triliun untuk 9 Bandara di Indonesia Timur

[ilustrasi]
[ilustrasi]
Jakarta – Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan menyiapkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur Bandara di wilayah Indonesia Timur. Rencananya akan ada sembilan bandara yang dikembangkan dengan total nilai pendanaan sekitar Rp 1,8 triliun.

Herry Bakti selaku Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengatakan, satu bandara akan mendapat anggaran pengembangan sebesar Rp 200 miliar.

“Berarti kalau ada sembilan (bandara) ya sekitar Rp 1,8 triliun. Itu semua bandara UPT dan anggaran dari APBN,” ujarnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Beberapa pengemabngan salah satunya di Bandara Tual, Maluku Tenggara, yang nantinya akan disambung dengan Bandara di Raja Ampat, Papua.

“Dikonsentrasikan di Tual, Maluku untuk Kawasan timur. Di Tual itu ada sekitar sembilan bandara kecil-kecil di dan diperkirakan dimulai sekitar Bulan Juni,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Herry mengatakan pembangunan ini masuk dalam program tahap ketiga yang dilakukan setelah Kementerian Perhubungan menyelesaikan tahap kedua.

“Tahap kedua meliputi Bandara Sepinggan Balikpapan dan Terminal II Juanda Surabaya yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I yang akan segera diresmikan,” ungkapnya.

Sementara untuk Bandara lainnya di antaranya Bandara Ibra di Tual Baru (Maluku), Sumarorong di Mamasa (Sulawesi Barat), Saumlaki di Maluku Tenggara Timur, Kuffar di Seram Timur (Maluku) dan Bone-bone di Bone (Sulawesi Selatan). (as)

 

 

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon