Sultra, Barometer Percontohan Kerukunan Umat Beragama

[ilustrasi]
[ilustrasi]
Kendari – Karena tingkat kerukunan umat di Sulawesi Tenggara (Sultra) terlihat sangat baik, maka Sultra layak menjadi barometer percontohan kerukunan umat beragama di Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia. Prof. Dr. H Nasaruddin Umar, MA, saat tatap muka dengan jajaran Kemenag Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kendari, belum lama ini.

Wamenag memberikan apresiasi kepada Sultra karena meskipun di daerah ini banyak umat agama lain, namun selama ini tidak pernah ada gesekan horizontal antara umat beragama.

“Kerukunan umat beragama di Sultra yang merupakan daerah teraman,” katanya, seperti dilansir sultrawatch.com.

Agar itu bisa terwujud, kata Wamenag, Kemenag harus bisa merangkul semua elemen masyarakat, baik tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama dari agama manapun dia.

“Kalau kerukunan itu bobol, maka akan ditiru generasi mendatang, sehingga Kemenag harus sensitif dalam hal ini, dan memulai dari lingkup kantor Kemenag,” ungkapnya.

Wamenag juga menegaskan agar umat yang mengaku minoritas jangan segan-segan untuk minta tolong pada yang mayoritas, begitu pula sebaliknya. Selain itu, Dia juga berpesan kepada jajaran Kemenag Sultra agar bisa mengetahui banyak hal terkait lingkup dan visi misi lembaga.

“Sehingga saat ditanya oleh masyarakat bisa langsung dijawab,” katanya.

Salah satu tugas Kemenag Sultra, lanjut Wamenag, kedepan adalah bagaimana meminimalisir ketidak santunan anak kepada orang tuanya dan ini merupakan hal penting yang mendasar. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!