Hukum Papua 

Jaga Kondusifitas Wilayah, 500 Personel TNI Dikirim ke Papua

[ilustrasi:int]
[ilustrasi:int]
Garut – Papua masih dianggap sebagai wilayah yang rawan akan konflik, oleh karenanya berbagai cara dilakukan pemerintah untuk mengantisipasinya. Belum lama ini, sebanyak 500 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalion Infanteri 303/Setia Sampai Mati diberangkatkan ke Papua.

Pasukan tersebut dikirim guna membantu Polisi dan pemerintah daerah dalam menjaga kondusifitas wilayah. Adapun yang menjadi dasar pengiriman yakni beberapa kejadian seperti penembakan dan lainnya yang terjadi belakangan ini di tanah Papua.

Letkol Inf Iwan Setiawan, Komandan Batalyon Infanteri 303/Setia Sampai Mati kepada Tribun Jabar mengatakan bahwa mereka dikirim dari markasnya di Cikajang untuk mengamankan daerah-daerah yang menjadi rawan.

“Kami ditunjuk bertugas ke sana karena batalion yang ada di Papua akan dilatih di Batujajar,” jelasnya.

Menurutnya, Papua saat ini sednag kekurangan pasukan dan rencananya personel yang dikirim akan bertugas selama sembilan bulan ke depan.

“Jadi, kami ke Papua untuk mengisi kekosongan itu dan bertugas di sana,” kata Letkol Inf Iwan usai menggelar upacara pemberangkatan, Sabtu (3/1/2015).

Selain itu, lanjut Iwan, kondisi alam yang ada di Papua sama dengan Garut yakni banyak kawasan hutan serta memiliki banyak bukit dan gunung.

“Ini menjadi alasan dipilihnya Batalyon Infanteri 303 karena dinilai dengan mudah akan beradaptasi dengan kondisi alam Papua dalam menjalankan tugas,” jelasnya.

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon