Daerah Hot Papua 

Bangun Jalan Kereta Api di Papua Perlu Banyak Pertimbangan

[foto: int]
[foto: int]
Jayapura – Dosen Fakultas Teknik Uncen Jayapura Panus Jingga mengatakan bahwa kebijakan pembangunan jalan Kereta Api yang diambil Presiden Jokowi bukan pilihan yang tepat. Hal itu karena medan wilayah yang tidak memiliki kesesuaian dengan daya kereta api.

Panus Jingga mengungkapkan bahwa masalah geografis Papua tidak sama dengan geogragis di Pulau Jawa.

“Perbedaan itu nampak dari banyaknya pegunungan dan lembah di Papua sementara Pulau Jawa memiliki wilayah daratan yang datar dan luas,” katanya seperti dilansir majalahselangkah, 20/01/15.

Menurut Panus, kereta Api bisa melewati tanjakan 75 hingga 80 derajat, lebih dari itu Kereta Api tak mampu menanjak. Jik kebijakan itu tetap dilakukan, maka akan diikuti dengan pembangunan terowongan Kereta Api di setiap titik.

“Pembangunan terowongan Kereta Api butuh biaya besar,” terang Panus.

Dalam pembangunannya, lanjut Panus, selain butuh biaya besar juga butuh waktu yang lama tak akan selesai dalam waktu lima tahun.

“Bisa cepat sepuluh tahun lebih bahkan puluhan tahun,” tuturnya.

Selain geografis, lanjut Panus, pertimbangan lainnya adalah pertimbangan jumlah penduduk karena di penduduk di Papua masih sedikit tak sebanding Pulau Jawa.

“Banyak hal perlu mendapatkan pertimbangan,” tandasnya. [ak]

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

One Thought to “Bangun Jalan Kereta Api di Papua Perlu Banyak Pertimbangan”

  1. Yun

    Ketika Belanda membangun jaringan rel kereta apidi pulau Jawa sekian ratus tahun yang lalu, penduduk pulau Jawa saat itu juga jumlahnya masih sangat sedikit dibanding jumlah penduduk pulau Jawa saat ini.
    Jumlah penduduk bukan merupakan faktor masalah, justru ketika jumlah penduduk masih sedikit pembangunan bisa lebih mudah karena pembebasan lahan minimal.
    Jadi “Bangun Jalan Kereta Api di Papua Perlu Banyak Pertimbangan” (=sulit) dibanding membangun rel kereta api di Papua.

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon