Nusa Tenggara Timur Pariwisata 

Kampung dan Rumah Adat Jadi Destinasi Baru Wisata NTT

[foto: int]
[foto: int]
Kupang – Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki obyek wisata baru yakni kampung dan rumah adat dengan arsitektur tradisional. Hal ini yang kemudian menjadi fokus perhatian pemerintah provinsi (Pemprov) NTT melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Ini yang kini kami kembangkan di NTT guna menciptakan pasar wisata baru dengan target pasar wisata yang tadinya transaksi ekonomi, kemudian bergeser menjadi transasksi sosial,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu, seperti dilansir Antara, 27/05.

Menurut Marius, saat ini pasar wisata tidak hanya berdimensi pasar ekonomi, tetapi pasar sosial, karena ada interaksi antara orang, bangsa dan etnik.

“Ini sangat penting untuk menciptakan kesatuan sebagai warga yang nyaman,” jelasnya.

Marius menerangkan bahwa ‘tourism culture’ atau budaya wisata harus menjadi bagian dari budaya masyarakat NTT.

“Karena di sana saling menghargai, di sana saling mengenal budaya satu sama lain, di sana saling meniru atau berakselerasi antara budaya, antara bangsa, antara etnik, antara agama dan lain sebagainya,” tuturnya.

Marius mengaku jika pihaknya akan segera melakukan terobosan di sektor pariwisata, dengan mengembangkan konsep pariwisata perdesaan terutama destinasi kampung adat dan rumah tradisional.

“Kampung Adat Namata di Kudji Ratu Kabupaten Abu Raijua terdapat batu megalitik, rumah adat, dan pepohonan yang sakral,” ucapnya.

Di Kampung Adat Kudji Ratu, sambung dia, pengunjung bisa melihat-lihat batu megalitik yang tersusun rapi.

“Demikian juga kita bisa melihat rumah adat Sabu yang masih asli.” tandasnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon