Sultra, Daerah dengan Indeks Demokrasi Terburuk Se-Indonesia

Kendari – Wakil Gubernur Sultra HM Saleh Lasata mengungkapkan bahwa indeks demokrasi Sulawesi Tenggara (Sultra) menempati urutan ke-33 dari 33 provinsi atau terburuk di Indonesia. Penilaian tersebut diukur melalui koding koran, dokumen tertulis dari pemerintah dan pernyataan pejabat pemerintah daerah.

“Indeks demokrasi Sultra tahun 2013, hanya tercatat 52,61 sedangkan rata-rata indeks demokrasi nasional sebesar 67,72,” katanya saat membuka diskusi Indeks Demokrasi Indonesia yang digelar Focus Group Discussion (FGI) Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara di Kendari, seperti dikutip Antara, Senin (15/6/2015).

Indeks demokrasi Sultra tersebut, kata dia, lebih buruk dari tahun 2012 yang tercatat 57,26 dan dia berharap tahun ini akan lebih baik.

“Kita harapkan indeks demokrasi Sultra tahun 2014 yang baru akan diukur tahun 2015 ini, sudah bisa membaik kembali,” tuturnya.

Selanjutnya, Kepala BPS Sultra Adi Nugroho mengungkapkan bahwa dalam mengukur indeks demokrasi suatu daerah ada beberapa aspek.

“Variabel dan indikator antara lain kebebasan sipil, hak-hak politik dan lembaga-lembaga demokrasi,” tuturnya.

Kebebasan sipil, kata dia, dapat dilihat dari variabel kebebasan berkumpul dan berserikat, kebebasan berpendapat, kebebasan berkeyakinan dan kebebasan dari diskriminasi.

“Sedangkan hak-hak politik dapat dilihat dari hak memilih dan dan dipilih dan partisipasi politik dalam pengambilan keputusan dan pengawasan,” ucapnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!