Nasional 

Menuju Poros Maritim Dunia, Indonesia Kembangkan Dua Komoditas Unggulan

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta – Sebagai negara maritim terbesar di dunia, tidak sulit untuk Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia. Namun meski demikian, perlu banyak perbaikan dan strategi pengembangan agar target tersebut bisa dicapai.

Oleh karenanya, saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), terus menggalakkan Budidaya 2 komoditas unggul yakni rumput laut dan kekerangan.

“Ini untuk mewujudkan Indonesia sebagi poros maritim dunia,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, seperti dilansir jitunews, 14/07.

Menurut Slamet, kedua komoditas tersebut memiliki kemiripan yaitu mudah dibudidayakan serta modal usaha yang murah.

“Bahkan, mampu menyerap tenaga kerja dan memiliki pasar yang cukup besar,” terangnya.

Disamping rumput laut, kata Slamet, produksi kekerangan pada tahun 2015 ditargetkan sebesar 233.700 ton, dan diperkirakan akan tumbuh 32,60 persen per tahun hingga 2019.

“Selama ini, kekerangan memang belum diperhitungkan dan pembinaannya masih kurang. Padahal kebutuhan pasar kekerangan di dalam negeri cukup tinggi,” jelasnya.

Slamet mengungkapkan, lokasi Budidaya rumput laut dan kekerangan memiliki beberapa syarat tertentu, dan wilayah Indonesia memiliki potensi tersebut.

“Belum lagi jenis rumput laut dan jenis kekerangan yang bisa di Budidayakan juga cukup banyak,” tuturnya.

Karenanya, Slamet menargetkan pertumbuhan produksi sampai dengan 2019 sebesar 16,74 persen untuk rumput laut dan kekerangan sebesar 32,6 persen per tahun.

“Kami optimis dapat terpenuhi,” tutupnya. (aS)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon