Hot Perikanan 

KKT Akan Ditetapkan Sebagai Calon Lokasi Rumah Rumput Laut

Saumlaki, indonesiatimur.co

Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, Nur Muchjianto, mengatakan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), akan ditetapkan sebagai calon lokasi Rumah Rumput Laut. Hal tersebut disampaikan Muchjianto saat diwawancarai media ini melalui telepon seluler, Sabtu (20/02/2021) usai dirinya melakukan kunjungan kerja dan meninjau secara langsung aktivitas warga pada beberapa lokasi budidaya rumput laut di daerah yang bertajuk Bumi Duan Lolat ini sejak Senin, 15 Februari 2021 lalu.

Alasan utama dipilihnya KKT sebagai calon lokasi Rumah Rumput Laut karena Tanimbar merupakan wilayah terdepan yang langsung berhadapan dengan Benua Australia yang memiliki produksi dan berpotensi besar untuk pengembangan budidaya Rumput Laut, meskipun menurut dia, saat ini hanya baru sekitar 10 persen luas lahan yang dimanfaatkan dari total potensi lahan yang dimiliki untuk budidaya rumput laut.

Selain itu, dari hasil kunjungan kerja tersebut, telah nyata dibuktikan bahwa melalui budidaya rumput laut yang digeluti, telah mampu mengubah perilaku sosio kultural masyarakat pembudidaya rumput laut di Tanimbar, apalagi dalam masa Pandemi Covid-19 saat ini.

“Masyarakat di Tanimbar sangat bersemangat karena budidaya ini sangat menguntungkan dan memberikan manfaat secara ekonomi, terutama di masa Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Hal tersebut yang sampai saat ini mendasari dipilihnya Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai calon lokasi Rumah Rumput Laut,” ungkap Muchjianto.

Ia mengatakan, guna mendukung suksesnya program Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (M-LIN), BPBL Ambon selalu berkomitmen melalui penyediaan benih ikan laut dan bibit rumput laut berkualitas yang dapat dimanfaatkan dan dipelihara oleh pembudidaya di Maluku. Kegiatan tersebut sudah dan akan terus dilakukan untuk mendukung M-LIN. Penyediaan benih berupa ikan dari jenis Kakap Putih, Bubara, dan Kerapu yang selalu diupayakan peningkatan produksi demi menjamin ketersediaan benih berkualitas di tingkat pembudidaya. Selain benih ikan, Rumput Laut Kultur Jaringan juga menjadi salah satu komoditas unggulan yang akan mensupport kebutuhan bibit Rumput Laut di sentra-sentra budidaya Rumput Laut yang tersebar di beberapa wilayah di Maluku.

“Beberapa jenis kegiatan prioritas kami, diharapkan dapat membantu usaha pembudidaya. Dari kegiatan tersebut diharapkan juga dapat mengangkat perekonomian mereka dan harapan selanjutnya tentu saja pembudidaya bisa mandiri untuk terus berkegiatan usaha secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai langkah awal untuk menuju program Kampung Rumput Laut di Tanimbar, BPBL Ambon telah melakukan survei lapangan yang selanjutnya akan melaporkan hasil survei tersebut kepada Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan Perikanan (KKP). Selain itu, BPBL Ambon akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku dan Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, serta mulai menyusun rencana kerja.

“Dalam kaitan teknis, tentu saja kami akan menyiapkan beberapa hal yang dibutuhkan oleh pembudidaya berdasarkan hasil survei kemarin untuk mendukung peningkatan produksi, yang salah satunya dapat dilakukan melalui peningkatan pemanfaatan luas lahan budidaya. Pemenuhan kebutuhan sarana budidaya dan bibit Rumput Laut Kultur Jaringan juga merupakan hal yang segera akan kami siapkan untuk mendukung terealisasinya Rumah Rumput Laut,” bebernya.

Dirinya melanjutkan, berdasarkan pengalaman dan studi yang dilakukan, ada beberapa faktor yang berpengaruh dalam budidaya rumput laut dan bisa menjadi kendala, diantaranya faktor kualitas air seperti tingginya arus dan gelombang, curah hujan yang tinggi dan ekstrim, adanya lumpur dan sedimentasi yang dapat menyebabkan munculnya serangan penyakit seperti lumut, bulu kucing, dan ice ice yang biasanya muncul pada bulan November sampai dengan April. Indikator tersebut merupakan beberapa hal yang sering menjadi kendala dalam budidaya Rumput Laut.

Untuk itu lanjut Muchjianto, melalui pengaturan masa tanam dengan menyesuaikan musim, dapat menjadi solusi untuk meminimalisir dan mengatasi kendala-kendala tersebut. Selain kendala teknis seperti yang disebutkan, ada beberapa hal seperti harga jual yang fluktuatif dan tidak terkontrol serta ketergantungan pada pengumpul besar dan kecil akibat ketiadaan jalur pemasaran langsung ke negara tujuan ekspor, juga dapat menjadi kendala yang mempengaruhi nilai produksi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan KKT, Junus Fredik Batlayeri mengatakan, dengan skala luas areal budidaya rumput laut di Tanimbar sebesar 22 ribu Hektare yang pengelolaannya baru mencapai 9 ribu Hektare lebih, dinasnya selalu akan berupaya untuk meyakinkan masyarakat tentang capaian-capaian maupun manfaat dari budidaya rumput laut itu sendiri. Akses manfaat yang berefek langsung kepada masyarakat pembudidaya adalah mulai dari meningkatkan pendapatan maupun terjadinya perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat yang semakin baik.

“Faktor ekonomi jadi primadona sehingga pola perilaku masyarakat di Tanimbar mulai berubah dari yang tadinya biasa saja, menjadi lebih baik dalam hal penghasilan maupun dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi yang lain. Kaum pria setiap harinya disibukan dengan turun ke laut membersihkan rumput laut dan kaum wanita bekerja mengikat bibit yang akan dibudidaya. Saat mengikat bibit, mereka pekerjakan anak-anak juga dan diberi upah,” ungkap Batlayeri.

Lanjut kadis, perilaku masyarakat tersebut menjadi catatan penting untuk hasil penetapan Tanimbar sebagai Rumah Rumput Laut Nasional di tahun 2022, sekaligus merupakan penyangga utama guna mendukung program Lumbung Ikan Nasional. Hal tersebut membuat pihaknya selalu berupaya semaksimal mungkin untuk bagaimana melakukan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjawab visi dan misi pemerintahan saat ini, yakni mewujudkan kemandirian masyarakat terutama dalam sektor perikanan.

“Rata-rata penghasilan rumput laut per kecamatan mencapai 170 ton sekali musim panen. Hal ini berati, Tanimbar sudah sangat layak dibandingkan daerah lainnya dari sisi penyediaan lahan budidaya maupun dari sisi mental masyarakat pembudidaya,” ujar Batlayeri. (it-03)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

One Thought to “KKT Akan Ditetapkan Sebagai Calon Lokasi Rumah Rumput Laut”

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon