Hukum Maluku 

Terlibat Bentrok dengan TNI-Polri, 7 Warga Ambon Jadi Korban

[ilustrasi: int]
[ilustrasi: int]
Ambon – Warga sipil asal Desa Marella, Kecamatan Leihitu Ambon Maluku terlibat bentrok dengan anggota gabungan dari TNI dan Polri, Minggu, 18 Juli 2015. Akibatnya, sedikitnya ada tujuh warga sipil yang mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Hal itu terjadi pada aksi protes warga terhadap cara penangkapan dan penyisiran yang dilakukan personel gabungan dari TNI-Polri pukul 18.00 WIT.

“Saya tidak tahu, kejadiannya bagaimana, tapi warga ramai-ramai protes,” kata Syarif salah satu warga Morella kepada VIVA, 19/07.

Adapun mereka yang jadi korban adalah Imran Abd Gani, Nurmala Ulatl, Cici Rifa Mole. Rahma Sasole, Abd Karim Sasole. Kalsum Sasole, Junaidi Latukau.

“Para personel gabungan dari TNI dan Polri datang ke desa dan akan menangkap warga tanpa alasan yang jelas. Inilah yang menyulut emosi warga sehingga mereka protes,” jelas Syarif.

Syarif mengungkapkan bahwa warga emosi dan menghalangi upaya para personel polisi dan TNI, tapi tim yang diturunkan untuk penyisiran membalas sikap kritis warga dengan tembakan membabi buta.

“Warga kemudian membalas tembakan dengan pelemparan batu dan alat seadanya,” jelasnya. (aK)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon