Anggota DPD: Sangat Wajar Jika Papua Jauh Tertinggal

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta – Selama ini, Papua masih memiliki banyak keterbelakangan dibanding dengan daerah lain di Indonesia. Hal ini, menurut Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Papua Charles Simare-Mare dianggap wajar.

Menurut Charles, sangat wajar Papua terbelakang baik dari SDM maupun pembangunan infrastruktur karena Papua memang terlambat bergabung dengan NKRI.

“Karena terlambat bergabung maka SDM dan infrastruktur terlambat,” kata Charles.

Charles juga mengatakan jika pemerintah pusat harus bisa memamahami kondisi Papua yang terjadi saat ini.

“Ini realistas yang harus dipahami pemerintah pusat,” katanya, seperti dilansir SuaraPembaruan, Sabtu (1/8).

Dari segi kewilayahan, kata Charles, luas Papua hampir 3,5 kali luas Pulau Jawa, maka itu artinya butuh waktu dan dana yang lebih bila pemerintah pusat ingin membangun Papua sama dengan daerah-daerah lainnya.

“Anggaran harus dialokasikan belipat-lipat,” jelasnya.

Charles menambahkan, kalau di Pulau Jawa ada alokasi anggaran Rp 100 triliun per tahun maka di Papua harus Rp 350 triliun.

“Itu masih dari luasan wilayah. Belum lagi tingkat kesulitan medan di Papua,” tuturnya.

Membangun jalan di Jawa, kata Charles, sebesar Rp 500 ribu per meter di Papua itu bisa 5 kali lipatnya.

“Itu fakta yang terjadi di Papua. Jadi kalau ada dana otsus Rp 5 triliun itu tidak ada apa-apanya di Papua,” terangnya. (aK)

Find this content useful? Share it with your friends!