Nasional 

Program Keluarga Berencana di Indonesia Dinilai Gagal

[foto: int]
[foto: int]
Ambon —Program Keluarga Berencana (KB) yang dijalankan seluruh jajaran BKKBN di Indonesia dinilai gagal. Pasalnya, program KB tersebut hanya sebatas memperkenalkan alat kontrasepsi saja, tidak menyentuh hal mendasar dari program tersebut.

“Salah satu penyebab gagalnya KB itu adalah tingginya angka kematian ibu melahirkan,” kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Surya Chandra Surapaty , seperti dilansir FajarOnline, 30/09.

Menurut Surya, seharusnya angka kematian ibu hamil usai melahirkan itu turun dari angka 228 ribu tahun lalu.

“Justru meningkat menjadi 359 ribu per 100 ribu kelahiran hidup,” sambungnya.

Surya mengatakan kenaikan angka kematian ibu hamil melahirkan tersebut juga seiring dengan kenaikan angka kematian bayi.

“Sehingga target untuk menurunkan angka kematian tersebut tidak tercapai,” tuturnya.

Hal ini, kata Surya, mengindikasikan gagalnya program KB karena hanya mengandalkan program BKKBN alat kontrasepsi saja.

“Kedepan saya ingin petugas BKKBN berani turun ke masyarakat menanyakan atau memberikan pemahaman tentang program BKKBN saat ini,” terangnya. (aK)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon