Daerah Maluku 

Rayakan HUT Ke-22 Tanimbar, Bupati Ungkapkan Capaian Pembangunan 

Saumlaki, indonesiatimur.co

Dengan bertambahnya setahun usia Kabupaten Kepulauan Tanimbar menjadi usia yang ke-22 tahun pada 4 Oktober 2021 tahun ini, menjadi momentum dilaksanakannya upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) yang dilangsungkan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kepulauan Tanimbar dan berlanjut pada pelaksanaan Sidang Paripurna Istimewa yang digelar di Gedung Kesenian Saumlaki, pada Senin (04/10/2021) kemarin.

Dalam Sidang Paripurna Istimewa tersebut, Bupati Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Petrus Fatlolon, S.H., M.H. mengungkapkan beberapa pencapaian pembangunan secara umum dalam beberapa bidang sejak tahun 2016 hingga tahun 2020 lalu, melalui pidato istimewa yang dibawakannya.

“Ijinkan saya merefleksikan secara umum, capaian pembangunan dari tahun 2016 hingga 2020 untuk beberapa indikator,” ungkap Bupati.

Saat berpidato, dirinya menyebutkan secara rinci capaian-capaian pembangunan, diantaranya pada Bidang Pendidikan, angka harapan lama sekolah tahun 2016 sebesar 11,85 tahun dan meningkat menjadi 12,29 tahun di tahun 2020 dan angka rata-rata lama sekolah tahun 2016 sebesar 9,12 tahun, meningkat menjadi 9,68 tahun. Dalam Bidang Kebudayaan, yakni cakupan nilai adat budaya yang dilestarikan tahun 2016 sebesar 60 persen dan pada tahun 2020 meningkat menjadi 85 persen. Sedangkan persentasi pembinaan kelompok seni budaya 34,30 persen di tahun 2016 meningkat menjadi 60,20 persen pada tahun 2020.

Dalam Bidang Kesehatan, yakni angka kematian ibu per seratus ribu kelahiran hidup sebesar 0,00002 di tahun 2016 dan turun menjadi 0,00001 di tahun 2020. Sedangkan angka kematian bayi per seribu kelahiran hidup pada tahun 2016 sebesar 0.06, turun menjadi 0,05 di tahun 2020. Dalam Bidang Pekerjaan Umum, proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi mantap 37,07 persen pada tahun 2016, meningkat menjadi 56,095 persen di tahun 2020. Sementara cakupan pembangunan jalan dan jembatan sebesar 37,50 persen pada tahun 2016, meningkat menjadi 58,48 persen di tahun 2020. Untuk cakupan penyediaan dan pengelolaan air baku di tahun 2016 sebesar 27,14 persen, meningkat menjadi 28,57 persen di tahun 2020.

Untuk Bidang Perumahan, cakupan layanan rumah layak huni yang terjangkau pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sasaran 0 persen pada tahun 2016, meningkat menjadi 54,33 persen di tahun 2020. Sedangkan untuk persentasi lingkungan yang tertata 0 persen di tahun 2016, menjadi 43,94 persen di tahun 2020. Untuk Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum, tingkat penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) pada tahun 2016 sebesar 49 persen menjadi 70 persen di tahun 2020 dan untuk tingkat tanggap darurat kasus kebakaran, berubah dari 50 persen menjadi 100 persen pada tahun 2020.

Juga dalam Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), tingkat fasilitasi layanan seni budaya, agama, dan kemasyarakatan 6 persen, menjadi 60 persen di tahun 2020. Sedangkan tingkat penyelesaian konflik sosial masyarakat 33,33 persen, meningkat menjadi 50,53 persen pada tahun 2020. Untuk Bidang Sosial, tingkat penurunan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dari 2 persen per tahun, menjadi 5 persen per tahun di 2020. Sedangkan tingkat layanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial, dari 50 persen tahun 2016, meningkat 100 persen di tahun 2020.

Pada Bidang Pangan, peningkatan pemenuhan pangan keluarga miskin dari 5 persen menjadi 35 persen di tahun 2020. Untuk konsumsi energi (kilo kalori per kapita/hari) di tahun 2016 sebesar 1.826 menjadi 2.011 di tahun 2020. Sementara di Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), cakupan kependudukan 36,26 persen di tahun 2016 menjadi 68,52 persen tahun 2020 dan untuk cakupan penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) 33,41 persen menjadi 71,14 persen di tahun 2020. Sedangkan cakupan penerbitan akte kelahiran dari 6,49 persen menjadi 79,91 persen di tahun 2020.

Indikator pencapaian yang terakhir, dalam Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), persentasi desa cepat berkembang dari 1,25 persen di tahun 2016, naik menjadi 16,25 persen di tahun 2020. Untuk Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa, dari 25 persen di 2016, meningkat menjadi 64.29 persen tahun 2020.

“Tahun ini kita berharap semoga desa Kandar akan ditetapkan sebagai pemenang lomba desa tingkat regional tahun 2021,” ujar Bupati.

Sebagai kepala pemerintahan, dirinya turut menyampaikan permohonan maaf karena masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki terutama dalam masa pandemi Covid-19, terdapat sejumlah program dan kegiatan prioritas yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang belum dapat terlaksana dengan baik dan berpengaruh terhadap capaian kinerja pemda belakangan ini yang salah satu faktor penyebabnya adalah terbatasnya kemampuan keuangan daerah, dimana 97 persen tingkat ketergantungan keuangan daerah masih bersumber dari dana transfer oleh pemerintah pusat yang berdampak pada refocusing dana perimbangan selama 2 tahun anggaran berturut-turut.

“Pemda sendiri selalu optimis bahwa tidak ada benang kusut yang tak bisa diurai dan tidak ada masalah yang tak bisa diselesaikan melalui kerjasama, bersatu, bergotongroyong, saling bersatu-padu, bahu-membahu untuk mencapai harapan bersama. Untuk itu, mari bulatkan tekad, satukan hati, dan rapatkan barisan, karena dengan bersatu pasti kita bisa,” ajak orang nomor satu Bumi Duan Lolat ini.

Ia juga menyampaikan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar kedepan akan menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan beragam potensi alamnya. Misalnya potensi kelautan perikanan yang cukup besar berdampak pada penetapan Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) di Indonesia. Selain itu, potensi Gas Abadi Blok Masela telah menjadikan Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai salah satu bagian terpenting yang tak terpisahkan dalam Program Pembangunan Nasional. Untuk itu ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar terus berbenah diri agar turut terlibat mengambil bagian dalam berbagai proyek strategis Nasional yang telah dan akan dikucurkan di daerah ini.

Menutup pidatonya, Fatlolon sempat menyampaikan beberapa pantun motivasi yang berbunyi, “Hujan turun Topan melanda, patah satu anak tangga. Meskipun kita berbeda-beda, hidup rukun harus dijaga.”
“Gas Abadi kabarnya gempar, menjadi perhatian para pembesar. Katong bangga jadi orang Tanimbar yang akan menjadi daerah besar.”
“Jemur Pisang jadi Mandekar, ditambah Gula makin terasa. Selamat ulang tahun Kabupaten Kepulauan Tanimbar, semoga jaya sepanjang masa.” (it-03)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.