Ekonomi & Bisnis Nusa Tenggara Timur 

LIPI: ‘Raskin Tak Akan Bisa Atasi Gizi Buruk di NTT’

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta – Kasus gizi buruk di Nusa Tenggara Timur (NTT) memang yang paling banyak terjadi di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya dengan distribusi Rastra (dahulu bernama Raskin).

Namun meski demikian, distribusi ini menurut Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Esta Lestari dinilai kurang cocok untuk wilayah NTT. Menurutnya, distribusi Rastra ini kurang tepat karena kebiasaan konsumsi masyarakat setempat yang jarang makan nasi.

“Beras itu makanan superior di NTT,” ujarnya seperti dilansir PosKupang, 30/09.

Esta mengungkapkan bahwa masyarakat NTT hanya makan nasi pada momen tertentu saja sedangkan sehari-hari mereka biasa mengkonsumsi jagung.

“Ketika Raskin disalurkan.Ini membuat beras itu menumpuk di gudang (Bulog),” kata Esta.

Lebih lanjut, Esta juga menyebutkan jika penyaluran Rastra di NTT ini tidak menyelesaikan permasalahan gizi yang ada di sana.

“NTT yang rawan pangan ketika diberikan beras, padahal mereka makan jagung,” ucapnya.

Jika dipaksakan, kata Esta, hal ini dapat membuat kemalasan masyarakat untuk mendiversifikasi pangan dari jagung ke beras.

“Ini yang menyebabkan tidak efektifnya program diversifikasi pangan,” jelasnya. (aK)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon