Budaya 

Arkeolog Asing Tertarik Penelitian di Indonesia Timur

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta – Indonesia Timur memang masih memiliki keunikan dan sejarah yang masih belum banyak terungkap. Hal itu kemudian menarik para Arkeolog asing untuk datang dan mulai mengarahkan perhatiannya ke wilayah tersebut.

“Kami tengah mengincar Maluku, Kepulauan Halmahera, dan Papua,” kata Richard Roberts, Director of Centre for Archaeological Science University of Wollongong, Australia, di Jakarta seperti dilansir Tempo, (7/06).

Daerah ini, kata dia, merupakan area kunci yang dilintasi Homo sapiens saat terjadi migrasi besar-besaran. Menurutnya, manusia modern mulai keluar Benua Hitam pada 55 ribu tahun lalu melintasi Arab Saudi, India, dan Asia Tenggara sebelum ke Australia.

“Saya yakin masih banyak spesies baru yang belum terungkap di sana,” ucapnya.

Menurut Dia, Indonesia merupakan salah satu tempat yang sangat seksi dan menarik bagi arkeolog dan antropolog untuk datang meneliti. Hal itu juga dibenarkan oleh Peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas), Wahyu Saptomo. Menurutnya, sudah cukup banyak titik di Indonesia yang di teliti.

“Antara lain Talepu di Sulawesi, Liang Bua di Maluku, dan beberapa situs lain di Papua,” kata dia.

Advertisements

Namun, kata dia, hal yang disayangkan adalah sampai saat ini aktivitas penelitian cukup terhambat  karena kurangnya tenaga.

“Kebanyakan peneliti ahli sudah pensiun, dan tak ada yang melanjutkan,” ujarnya. (as)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Komentar anda:

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.