Ekonomi & Bisnis Maluku 

Gubernur Maluku Panen 554 Hektar Padi di SBB

Ambon, indonesiatimur.co – Gubernur Maluku, Said Assagaff bersama Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat ( SBB), Muhammad Yasin Payapo, beserta SKPD dilingkup Pemprov Maluku, melakukan panen raya padi di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat ( SBB), seluas 554 hektar, Rabu (16/8/2017).

Gubernur melihat Pulau Buru dan Seram sangat luas,oleh karena itu dicanangkan untuk bantu pola pangan nasional. “Ketika saya ketemu dengan Menteri Pertanian, saya bilang sapi bisa dikembangbiakan di sini. Dan saya ingin daerah ini dikembangkan untuk ternak sapi,” ujarnya.

Gubernur menegaskan, ke depan nanti pulau-pulau kecil akan dikembangkan untuk pangan lokal, karena Pulau Buru dan Pulau Seram telah dicanangkan untuk Pola Pangan Nasional. Gubernur pun tidak akan mengubah pola konsumsi pangan masyarakat.

Advertisements
Pemkot Ambon - Pesparani 2022

Selain itu, ia juga menyampaikan Maluku hingga saat ini masih kekurangan beras sebanyak 28ribu sampai 29 ribu ton.

“Maluku masih kekurangan beras sekitar 28ribu hingga 29 ribu ton, sehingga selama ini kita ambil dari luar diantaranya Makassar dan Surabaya,” katanya.

Gubernur berharap agar 28 ribu hingga 29 ribu ton tersebut dapat dihasilkan dari ruas sawah irigasi 20 hektar.

Advertisements

“Sejauh ini untuk Maluku baru memiliki 20ribu hektar kita harap bisa hasilkan minimal 30ribu ton, sehingga tidak perlu lagi dari luar. Kebutuhan masyarakat Maluku saat ini 128 ribu ton per tahun, kita belum capai itu. Yang baru dihasilkan dari sawah di Seram dan Buru hampir mencapi 100 ribu ton,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, Gubernur mengatakan Pemprov Maluku telah melalukan Memorandum of Understanding dengan Pemerintah Sulawesi Selatan, mencakup empat sektor penting salah satunya suplai kebutuhan beras dari Sulsel, karena biayanya jauh lebih murah daripada Surabaya.
Dirinya menargetkan dalam 2 sampai 3 tahun kedepan akan ada pencetakan sawah irigasi baru seluas 945 hektar di Seram dan Buru dengan target produksi rata-rata 4000 ton per tahunnya.

Oleh sebab itu, Gubernur berharap semua bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya petani untuk meningkatkan produktivitas beras di SBB, serta menunjang swasembada beras di Maluku. (GS)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Komentar anda:

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.