Agenda Maluku 

Fatlolon: Seluruh Umat Beragama Dilibatkan Sukseskan MTQ Tingkat Promal Ke-XXIX Di Saumlaki

Ambon, indonesiatimur.co – Dalam rangka mensukseskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Maluku yang ke XXIX pada tahun 2021 di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), maka Pemerintah KKT melibatkan seluruh komponen umat beragama dalam pelaksanaannya.

Hal ini dibuktikan, dalam susunan panitia MTQ yang dibentuk, melibatkan tokoh umat beragama, yang diketuai oleh Pdt Leny Bakarbessy, ketua Klasis GPM Tanimbar Selatan. Ketua Harian-nya Pastor Simon Petrus Matruti, Wakil Uskup Wilayah Kepulauan Tanimbar dan MBD. Kemudian Wakil Ketua I itu Ketua MUI dan seterusnya.

Hal ini disampaikan Bupati KKT, Petrus Fatlolon kepada wartawan di Ambon pada Jumat (23/03/2020). ” Saya memberikan kepercayaan kepada ketiga tokoh agama ini selaku ketua panitia, kemudian Pemerintah Daerah, saya Bupati, wakil bupati, Sekda dan seluruh pimpinan SKPD masuk dalam kepanitiaan tersebut dan juga kita libatkan tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat. Yang pastinya komposisi kepanitiaan ini sendiri 80 persen dari kalangan Kristen, sementara 20 persen sisanya dari kalangan muslim,”terang Fatlolon.

Menurutnya, struktur panitia MTQ telah diusulkan ke Pemerintah Provinsi Maluku, untuk ditetapkan oleh Gubernur, Murad Ismail dalam suatu Surat Keputusan (SK).

Bupati menjelaskan, untuk fasilitas penunjang pelaksanaan MTQ ke-29 ini, pihaknya telah menganggarkan Rp7 M, sedangkan bantuan dana dari balai Rp14 miliar, sehingga totalnya mencapai Rp21 miliar. Yang diperuntukan diantaranya untuk renovasi Lapangan Mandriak yang menjadi tempat pembukaan dan penutuan MTQ, serta pembangunan panggung.

“Saat ini proses renovasi lapangan Mandriak ini tengah berjalan dan diawali dengan proses lelang, dan persiapan-persiapan lain khususnya tuan rumah di Saumlaki itu sudah kita lakukan,”jelasnya.

Sebagai tuan rumah, kata Fatlolon ada tiga target, yaitu sukses perencanaan, sukses pelaksanaan dan menyabet juara umum.

“Untuk mencapai target juara umum, kami sudah mempersiapkan kafilah, yang dimulai dari tingkat kecamatan sehingga diharapkan akan mendapatkan kafilah-kafilah yang mampu untuk mewakili KKT sebagai tuan rumah,”ungkapnya.

Untuk menampung para kontingen yang diprediksi mencapai 1.200 sampai 1.500. Tentu jumlah ini tidak sebanding dengan jumlah kamar pada setiap hotel, yang totalnya hanya mencapai 500 kamar.

Oleh karena itu, pihaknya telah menyiapkan dua opsi penunjang, salah satunya hotel terapung bagi para peserta.

“Untuk hotel terapung ini apakah menggunakan kapal peni atau KRI milik TNI AL, ini yang masih kita koordinasikan,”tandasnya. (it-02)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.