Agenda Maluku 

MTQ XXIX Tingkat Provinsi Maluku. Gubernur: Unik dan Baru Pernah Terjadi Secara Nasional

Saumlaki, indonesiatimur.co – Gelaran pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIX Provinsi Maluku di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sukses.

Selain sukses, MTQ di bumi Duan Lolat ini memiliki keunikan yang akan menjadi cerita yang manis tentang kerukunan hidup beragama.

Advertisements

Di daerah yang 96 persen masyarakat beragama Kristen Protestan dan Katolik, dan 4 persennya Muslim, membuka diri untuk menjadi tuan rumah gelaran MTQ tingkat provinsi Maluku, yang diselenggarakan sejak 18-24 Maret 2022.
Dengan demikian, sejak persiapan hingga gelaran MTQ dilaksanakan, melibatkan warga masyarakat non muslim.

Bahkan ketua panitia MTQ XXIX Provinsi Maluku di KKT adalah wakil Uskup Wilayah KKT dan Maluku Barat Daya (MBD).

Ini membuktikan bahwa di bumi Duan Lolat ini, kerukunan hidup antar umat beragama terjalin dengan baik dan menjadi contoh untuk daerah lain di Indonesia

Di Provinsi Maluku, ada Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), yang membuktikan bahwa tak ada yang lebih indah dibandingkan menjaga kedamaian, serta memelihara kekuatan toleransi antar umat beragama.

Kemeriahan malam pembukaan MTQ Provinsi di Kota Saumlaki, KKT, Jumat (18/03/2022), menjadi saksi sejarah bahwa perbedaan adalah sebuah anugerah yang diberikan Tuhan yang Maha Esa.

Didukung antusiasme masyarakat KKT, guna mensukseskan jalannya gelaran MTQ, membuktikan bahwa mayoritas dan minoritas serta perbedaan, bukan jadi sekat untuk terus hidup berdampingan.

Walaupun sebanyak 1.076 warga muslim (kontingen) dari 11 Kabupaten/kota, telah berada di Kota Saumlaki, yang mayoritas penduduknya adalah Kristen Protestan dan Katolik, namun keramahan masyarakat setempat dalam menjamu para kontingen perlu diapresiasi.

“Kami sudah seminggu berada di Kota Saumlaki. Namun situasi disini, masyarakatnya ramah, dan seperti tidak ada perbedaan, atau rasa takut karena berada di wilayah yang bukan mayoritas Muslim. Intinya kami sangat nyaman dengan sambutan masyarakat KKT,”kata salah satu kontingen.

Bhineka Tunggal ika, atau berbeda-beda tetap satu telah ditunjukkan oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dalam gelaran MTQ XXIX tingkat Provinsi Maluku.

Gubernur Maluku, Murad Ismail, dalam sambutannya saat membuka MTQ tingkat Provinsi di KKT mengatakan, momen gelaran dimaksud memiliki keunikan yang baru pernah ada secara nasional.

“Karena ini merupakan gelaran MTQ tingkat Provinsi, pertama kali di Indonesia dan di Maluku, yang dimana masyarakat dari tuan rumah (KKT), mayoritas merupakan pemeluk agama kristen,”ujar gubernur

Menurut Gubernur, dengan lancarnya penyelenggaraan tersebut, maka itu adalah bukti kerukunan umat beragama, yang ditunjukan masyarakat KKT dalam mensukseskan MTQ.

“Dengan demikian saya memberikan apresiasi dan terimakasih kepada panitia atas suksesnya pelaksanaan MTQ. Hal serupa juga saya sampaikan kepada masyarakat KKT, karena telah menunjukan sikap sebagai tuan rumah yang baik bagi para kontingen,”ujarnya.

Menurut gubernur, prestasi dan gelar pada MTQ memang penting, tapi bukan segalanya. Oleh karena itu dirinya berpesan kepada para dewan hakim serta pihak terkait, tidak sekali-kali melanggar aturan, yang dapat menyakitkan hati qori dan qoriah.

“Dan saya berharap kepada LPTQ, mulai dari kabupaten hingga provinsi, untuk benar-benar melakukan pembinaan terbaik kepada putra- putri di wilayah masing-masing. Agar ke depan mengharumkan nama Maluku di skala nasional,”tegasnya.

Sementara itu, Bupati KKT Petrus Fatlolon, dalam sambutannya di pembukaan event akbar tersebut mengatakan, MTQ tingkat Provinsi Maluku di wilayahnya merupakan salah satu momen unik.

Menurut Fatlolon, kata unik yang dia maksud karena, Kota Saumlaki, KKT merupakan salah satu wilayah yang memiliki jumlah masyarakat sebanyak 127 ribu, dengan mayoritas kristen 96 persen, namun mampu menjadi tuan rumah MTQ.

“Masyarakat muslim di KKT jumlahnya hanya empat persen, atau 5.000 jiwa dari total 127 ribu secara keseluruhan,”jelasnya.

Fatlolon katakan, panitia MTQ tingkat Provinsi Maluku di KKT, yang dibentuk sejak 2020 sebanyak 386 orang, didominasi oleh mereka yang beragama kristen.

“Ketua panitianya juga merupakan seorang Pastor. Makanya saya katakan, MTQ tingkat Provinsi Maluku di KKT, adalah salah satu event akbar paling unik dan bersejarah di Indonesia,”bebernya.

Bupati tegaskan, masyarakat KKT tetap menjaga keragaman hidup antar umat beragama di KKT, saling mendukung, melengkapi, melindungi dan mengormati. Sebab hidup rukun dan damai adalah kehormatan bagi orang KKT,”tambahnya.

Diungkapkan Fatlolon, ditetapkannya KKT sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Maluku, merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi seluruh masyarakat.

“Olehnya itu kami perlu mengucapkan terimakasih dan apresiasi, kepada Gubernur Maluku Murad Ismail. Ini sejarah bagi umat Islam dan Kristen di KKT, karena sejak kabupaten ini berdiri, baru pernah KKT jadi tuan rumah MTQ,”pungkasnya..

Untuk diketahui, peserta, pelatih dan asisten pelatih dari 11 Kabupaten/kota, yang terlibat dalam MTQ tingkat Provinsi Maluku di KKT, berjumlah 1.076 orang.

1.076 orang dari 11 Kabupaten/kota itu diantaranya Kota Ambon 88 orang, Kabupaten Buru 100 orang, Buru Selatan 78 orang, Aru 110 orang , Tual 182 orang ,MBD 42 orang, Maluku Tengah 70 orang, Maluku Tenggara 153, SBB 100 orang, SBT 64 orang dan KKT 91 orang.

Sumber anggaran MTQ ke XXIX itu sendiri, berasal dari Pemerintah Provinsi Maluku Rp 1,5 Miliar, dan Rp 21, 861,125, 250 Miliar dari Pemerintah Daerah KKT. Dengan demikian, total anggaran secara keseluruhan kurang lebih, Rp 23,361,125,250 (Miliar).

Hadir dalam pembukaan MTQ XXIX tingkat Provinsi Maluku, Gubernur Maluku, Widya Pratiwi Murad, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimuri, Wakil Wali kota Ambon, Syarif Hadler, Bupati Buru Selatan, Safitri Malik Soulisa, Bupati Seram Bagian Timur, Mukti Keliobs, Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun, Wali kota Tual, Adam Rahayaan, Bupati Seram Bagian Barat, Timotius Akerina, Muin Sogalrey, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Bupati MBD, Benjamin T Noach, Sekretaris Kota Ambon, Agus Ririmase, anggota DPR RI, Mercy Barends, anggota DPRD Provinsi Maluku. (it-02)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.