Kesehatan Maluku 

Pasien Yang Meninggal, Ada Riwayat Sakit Paru

Ambon, indonesiatimur.co -Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, membantah informasi yang beredar di media sosial, bhwa pasien yang meninggal semalam karena covid-19.

“Saudara kita itu inisialnya MA dari satu tempat di kota Ambon ini datang ke rumah sakit kurang lebih jam 6 sore. Datang dengan keluhan sesak nafas, ada batuk-batuk kemudian yang bersangkutan juga ada riwayat pengobatan program penyakit yang minum obat selama 6 bulan itu yang penyakit dada itu ,”terangnya.

Advertisements

Dikatakannya, pasien kemudian dirawat di UGD. Saat di rawat di UGD, dilakukan rapid test, dan hasilnya positif. Kemudian dilakukan konsultasi dan kondisi dari pada pasien itu terus memburuk terus melemah semakin sesak. Kemudian pasien dipindahkan ke ruang isolasi itu jam 22.30. Pada jam kurang lebih 23.40 pasien yang bersangkutan tidak dapat ditolong.

“Dalam kondisi pasien sebelum memutuskan nafas terakhir, kita sudah berupaya untuk melakukan swab. Tapi begitu petugas swab datang lagi persiapan mau masuk ke ruangan isolasi ,tiba-tiba Tuhan berkata lai,
Sehingga kita melakukan swab hanya dari hidung saja dan swab itu sudah kita kirim tadi pagi ke Jakarta ,”jelasnya.

Dengan demikian, Kasrul menegaskan , sebelum adanya hasil swab, pasien tidak bisa dikatakan positif covid-19.

Namun menurut Kasrul, upaya pencegahan prefentif jauh lebih dominan. Apalagi ada beberapa protap menyatakan pasien-pasien yang dengan kondisi seperti itu yang tergolong PDP sambil menunggu swab, maka dilakukan protap seperti pasien yang covid-19.
Jangankan pasien yang sedang menunggu hasil swab, yang PDP ringan pun diberlakukan seperti pasien covid-19

“Disinilah kita dengan keluarga dari subuh dinihari tadi sampai pemakaman itu berdiskusi terus. Kita mengedukasi kepada keluarga tindakan pencegahan itu lebih besar sehingga ada dua opsi. Kalau kita menunggu hasil swab otomatis itu kan paling cepat mungkin 4 hari, karena harus dikirim ke Jakarta. Lab BTKL disini ada sedikit kendala,”ungkapnya.

Oleh karena itu, Kasrul menerangkan, mulai keluar dari ruangan isolasi, ke kamar mayat kemudian perlakuan sampai ke tempat pemakaman, semua sudah seperti pasien yang terkonfirmasi, tentunya ini semua dalam rangka pencegahan penyerbaran dari pada covid ini

“Ini tentunya memberikan pengalaman kepada kita semua, bahwa stigma negatif itu juga masih. Jadi lewat media kita mengharapkan edukasi kepada masyarakat bahwa semua protokoler atau semua protab yang sudah ada, kita ikuti. Maka ke tempat pemakaman pun kita menghimbau teman-teman atau keluarga saudara yang ada di tempat pemakaman pun ya stigama kita tidak boleh terlalu negatif kepada ini, karena ini adalah saudara-saudara kita juga, apakah itu sudah menjadi pasien, apalagi sudah dimakamkan begitu,”tandasnya.

Kasrul berharap, dengan adanya edukasi terus menerus ke masyarakat, mereka bid amenerima. “Kita harus mengedukasi dan katakan bahwa orang ini kebetulan mengalami sakit, kalau kejadian ini terjadi ke kita, atau keluarga kita kemudian pasien mau kesana dan tidak diterima dan seterusnya, pasti kita sedih,”ujarnya.

Dirinya atas nama pribadi maupun Gustu Provinsi Maluku, menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
Tak lupa pula dia mengingatkan masyarakat untuk tetap di rumah dan ikuti anjuran pemerintah.(it-02)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.