Daerah Maluku 

Lesnussa Tegaskan Tidak Ada Pemukulan Warga

Namrole, indonesiatimur.co – Pengacara Bupati Buru Selatan (Bursel), Boyke Lesnussa, membantah berita media online yang menyatakan adanya pemukulan pendukung salah satu kandidat oleh ajudan Bupati Bursel.

Menurut Lesnussa, saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kepala Madan pada Selasa (08/12/2020) Bupati didampingi 2 ajudan, bertujuan untuk memastikan persiapan pilkada yang akan berlangsung pada Rabu (09/12/2020) agar berjalan dengan baik.

“Ketika sampai di Desa Pasir Putih ada warga yang keberatan dengan kunjungan Bupati. Maka terjadi adu mulut. Saat adu mulut ini ada saksi yang melihat salah satu orang ada yang membawa pisau. Kemudian Kapolsek Kepala Madang datang untuk mengamankan orang tersebut. Tetapi mereka melarikan diri. Namun warga mengenali orang tersebut yang bernama La Tomo ,”ungkap Lesnussa.

DarI Desa Pasir Putih, Bupati dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Waipandan . Di Waipandan ini, ternyata rombongan Bupati bertemu dengan La Tomo yang ditemani anaknya La Dewa. “Setelah bertemu La Tomo dan anaknya di Waipandan, La Tomo malah melarikan diri meninggalkan anaknya,”terangnya.

Karena La Tomo melarikan diri, akhirnya kuasa hukum Bupati membuat laporan ke Polsek Kepala Madan. Tetapi karena hari sudah malam, Bupati dan rombongan harus pulang, dan massa yang cukup banyak, tim bupati tidak berani mengambil resiko jika harus meninggalkan La Dewa sendirian, akhirnya dibawa ke Polsek Namrole untuk di ambil keterangan. “Setiba di Polsek Namrole, La Dewa tidak di masukkan tahanan, hanya dimintai keteranag. Jadi tidak ada pemukulan apapun,”tegas Lesnussa

Lesnussa menjelaskan bahwa ada surat pernyataan yang saat ini ada di Polsek Namrole, yang ditandatangani La Dewa menyatakan bahwa dirinya dalam keadaan baik-baik saja, dan tidak ada terjadi pemukulan atau penganiyaan apapun terhadap dia.

“Karena Kapolsek Kepala Madan tidak bisa ke Namrole, akhirnya La Dewa kembali ke Kepala Madan bersama rombongan Wakapolres Buru yang akan berkunjung ke Kepala Madan. Sebelum berangkat, La Dewa bertemu Bupati di pendopo untuk meminta maaf ke Bupati atas tindakan bapaknya,”tandasnya.

Lesnussa mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai berita hoax yang terjadi di Pasir Putih. Dikatakannya, dalam pemberitaan dikatakan ajudan bupati 6 orang. Tapi dalam kenyataan, ajudan Bupati hanya 2 orang. Selain itu dikatakan bahwa La Dewa dihajar hingga babak belur, padahal tidak ada pemukulan. La Dewa malah sempat berfoto bersama pengacara, dengan wajah yg mulus. Dan telah kembali ke tempat tinggalnya dalam keadaan sehat walafiat. (it-02)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.