Daerah Maluku 

MTQ Provinsi Maluku Di Tanimbar, Diundurkan Ke 2022

Saumlaki, indonesiatimur.co

Pelaksanaan ivent keagamaan Musabaqah Tiliwatil Quar’an (MTQ) Provinsi Maluku ke-29 di ibu kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Saumlaki, yang semula dijadwalkan pelaksanaannya pada bulan Oktober tahun ini, yang kemudian diundurkan ke bulan November, kini kembali lagi diundur hingga Maret tahun 2022 mendatang. Hal tersebut diungkapkan Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon.

Bupati menjelaskan, keputusan resmi penundaan waktu pelaksanaan MTQ tersebut sesuai pertemuan tertanggal 4 Juni kemarin yang bertempat di Kantor Gubernur Maluku, yang dihadiri Sekda Provinsi Kasrul Selang, pihak LPTQ Provinsi, serta panitia dan diputuskan untuk undur ke Maret 2022.

Pertimbangan yang menjadi alasan diundurkan ya ivent dimaksud, yakni terjadi eskalasi peningkatan Covid-19 berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Provinsi Maluku. Dimana, menurut pertimbangan satgas bahwa jika MTQ terlaksana tahun ini, maka dikhawatirkan dapat menyebabkan klaster baru dalam penyebaran wabah yang telah mendunia ini.

“Apalagi sesuai target pemerintah pusat bahwa hingga Desember tahun ini, harus 75 persen WNI sudah di vaksin. Demikian jika rakyat Maluku telah sebagian besar di vaksin, maka sudah bisa meminimalisir. Itulah dua pertimbangannya,” ungkap Bupati Fatlolon.

Ia menjelaskan, dengan diundurnya waktu pelaksanaan MTQ ini, maka terkait kesiapan infrastruktur, sudah barang tentu akan memiliki waktu yang lebih banyak untuk merampungkannya. Pasalnya menurut perhitungan panitia, jika dilakukan pada November ini, capaian bangunan untuk tamu very very important (VVIP) yang dibiayai dari dana APBN mencapai 79,55 persen pekerjaan. Sedangkan dari APBD sudah capai 72 persen pekerjaan.

Sementara itu, ditambahkan Sekretaris Umum Panitia MTQ Ucok Hutajulu, Lokasi-lokasi yang akan disiapkan bagi para tamu VVIP, para dewan hakim dan LPTQ, yakni Hotel Incla, Hotel Harapan Indah, dan Hotel Beringin Dua. Sementara hotel Galaxi, Penginapan Pantai Indah, Penginapan Kharisma, Mess Keuskupan, Mess Klasis, lokasi karantina, kos-kosan Uwratu, serta rumah susun di Bomaki, akan digunakan bagi para khafillah.

“Jumlah Khafillah per kabupaten kota 65 orang (715 peserta), dewan hakim 75-85 orang, tamu undangan 247 orang, pelatih dan Official 154 orang. Totalnya sekitar 1.218 orang yang akan hadir di Tanimbar. Sedangkan untuk anggaran pelaksanaan MTQ, bersumber dari APBD KKT sebanyak Rp.21 Milyar,” ungkap Hutajulu. (it-03)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.