Kadin Maluku Bantu 150 Tabung Oksigen dan Regulator Kepada 12 Rumah Sakit

Ambon, indonesiatimur.co – Komitmen Kadin Indonesia membantu pemerintah menangani Covid-19 di Indonesia, bukan sekedar isapan jempol atau janji manis semata. Tetapi diwujudkan dengan bantuan tabung oksigen, regulator dan generator. Bantuan ini diserahkan di semua provinsi di Indonesia, termasuk Maluku.

Khusus Maluku, pada Kamis (16/09/2021), Kadin Maluku menyerahkan 150 tabung oksigen dan regulator kepada 12 rumah sakit.

Menurut Wakil Ketua Umum Bidang UMKM, Hj.Madiarti, yang mewakili Ketua Kadin Maluku dalam penyerahan bantuan ini, Ketua Umum Kadin Indonesia berkomitmen membantu pemerintah menangani covid-19. Pada beberapa waktu lalu rumah-rumah sakit kesulitan oksigen kepada pasien. Oleh karena itu, Ketua Umum Kadin Indonesia membagikan tabung oksigen dan regulator ke seluruh Indonesia, dan berharap masalah kelangkaan oksigen teratasi sehingga pasien bisa ditangani dengan baik.

“Untuk Maluku kita membagikan 150 tabung oksigen dan regulator kepada 12 rumah sakit. Sedangkan generator hanya 1 untuk RSUD dr Haulussy Ambon. Tapi saat ini masih dalam perjalanan,”ungkapnya.

Adapun kedua belas rumah sakit yaitu, RSUD dr Haulussy 40 tabung, RSUP dr Leimena 20 tabung, RSUD Tulehu 20 tabung, Rumah Sakit Bhayangkara 10 tabung, RST 10 tabung, Rumah Sakit Angkatan Laut 10 tabung, RS Siloam 10 tabung, RS Al-Fatah 5 tabung, RS GPM 5 tabung, RS Bhakti Rahayu 5 tabung, RS Otto Kuyk 5 tabung dan RSUD Masohi 10 tabung.

Sementara itu, dr Fadel dari RS Bhayangkara Ambon, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kadin Maluku yang telah memberikan bantuan tabung oksigen dan regulator. “Dari Rumah Sakit Bhayangkara merasa sangat terbantu dan berterima kasih sekali, dari awal pandemic kami memang sangat mengalami kesulitan dengan oksigen . Bantuan 10 tabung oksigen untuk Rumah Sakit Bhayangkara ini sangat membantu kami,”ungkapnya. (it-02)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.