Daerah Maluku 

Saat Ini Ketersediaan Oksigen Di Tanimbar, Lebih Dari Cukup

Saumlaki, indonesiatimur.co

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dr. Edwin Tomasoa mengatakan, saat ini di Tanimbar untuk ketersediaan oksigen untuk RSUD dr. P. P. Magretti sebagai rumah sakit rujukan Covid-19, lebih dari cukup. Ketersediaan tersebut berdasarkan jumlah mesin kompresor oksigen dalam melakukan pengisian tabung dengan ukuran mulai dari 20 Kg, 5 Kg, maupun 1 Kg yang tersedia dan berkisar sebanyak 200 Kg per harinya.

“Kita tidak pernah menghitung kapasitas penggunaannya berapa banyak sehari, tetapi kami hanya menghitung dengan pengisian tabung-tabung oksigen yang ada, baik yang berukuran 20 Kg, 5 Kg, maupun tabung oksigen yang berukuran kecil 1 Kg itu bisa diisi berapa tabung dalam sehari, kira-kira berada di seputaran 200 Kg pengisian dalam sehari. Itu merupakan kemampuan mesin kompresor oksigennya yang ada di Magretti,” ungkap Tomasoa di ruang kerjanya, Rabu (28/07/2021).

Ia menambahkan, pada RSUD Magretti memakai oksigen sentral, dimana terkadang tekanan oksigen sentral tersebut mengalami penurunan sehingga harus tersedia cadangan tabung untuk orang per orang guna menjawab kebutuhan tekanan oksigen yang lebih diperlukan, terlebih bagi pasien Covid-19. Sedangkan bagi pasien yang berstatus non covid, rata-rata hanya menggunakan tekanan oksigen standard.

Lanjut Tomasoa, yang menjadi perhatian pihaknya adalah kebutuhan oksigen untuk RSUD dr. Anaktototi Larat yang berada di Kecamatan Tanimbar Utara yang belum memiliki mesin kompresor untuk pengisian tabung oksigen. Selain tidak memiliki mesin kompresor, oksigen konsentrator disana juga mengalami kerusakan, maka RSUD tersebut selalu harus mempersiapkan ketersediaan oksigen di tabung-tabung.

Untuk itu, pihak RSUD Anaktototi selalu mengirimkan tabung untuk dilakukan pengisian di RSUD Magretti dan hal tersebut telah diatur pihaknya agar jika hendak mengisi tabung oksigen, harus menunjukan surat pengantar agar dapat dilayani. Hal tersebut untuk mengantisipasi jangan sampai ada pihak lain yang melakukan pengisian, bukan untuk kepentingan medis.

“Mesin oksigen di Magretti sebaiknya 100 persen dimanfaatkan untuk kepentingan medis. Bukan saja untuk RSUD Anaktototi, namun untuk Puskesmas ataupun Pustu lainnya dapat mengakses mesin kompresor yang tersedia untuk kepentingan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ucapnya.

Hal tersebut lanjut Tomasoa, memberikan gambaran untuk keadaan Kota Saumlaki tidak mengalami krisis oksigen seperti daerah yang lainnya. Sedangkan tentang jumlah kasus terkonfirmasi di Tanimbar, dirinya menjelaskan bahwa sejak bulan Juni kemarin, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebanyak 322 kasus. Yang telah sembuh sebanyak 207 orang, meninggal 7 orang. Jadi kasus aktif kita di Tanimbar per hari ini adalah sebanyak 106 orang yang terdiri dari 12 orang yang dirawat di RSUD Magretti dan 94 orang isolasi mandiri.

“Kalau dalam masa PPKM ini, Tanimbar berada pada PPKM level 3 dan jika menurut zonasi, Tanimbar berada di zona orange. PPKM level 3 itu hitungannya berdasarkan 3 indikator, yakni jumlah pasien terkonfirmasi per minggu, jumlah pasien terkonfirmasi yang dirawat di rumah sakit, dan jumlah terkonfirmasi per 100 ribu penduduk. Jadi kita berada di zona orange yang memiliki arti tingkat resiko sedang,” kunci Tomasoa. (it-03)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Dirgahayu Kota Ambon