Budaya Maluku 

Jumpa Perdana Uskup Amboina, PMKRI Ambon Diharapkan Jadi Katekis dan Garda Terdepan Gereja

Ambon, indonesiatimur.co -PMKRI Cabang Ambon yang diwakili Ketua Presidium, Presidium Pengembangan Organisasi (PPO), Presidium Hubungan Perguruan Tinggi (PHPT), Presidium Hubungan Masyarakat Katolik (PHMK), Presidium Gerakan Kemasyarakatan (PGK), Presidium Riset dan Teknologi (PRISTEK) dan Bendahara Cabang melalui pendampingan RD. Max J. Tharob selaku Pastor moderator untuk bertemu Mgr. Seno Ngutra Pr. Uskup Diosis Amboina beserta RD. Agus Arbol selaku Sekertaris Keuskupan Amboina.

Christian A. D. Rettob dalam pertemuan ini selaku Ketua Presidium PMKRI Cabang Ambon menyampaikan bahwa momentum ini merupakan hal yang membanggakan dan bersejarah bagi PMKRI Cabang Ambon, sebab selain menjalin hubungan baik bersama gereja layaknya Bapa dan Anak-anak, juga sempat berdiskusi soal pemuda dan gereja hari ini, seraya Uskup juga menyentil orientasi kepemimpinan dan pelayanan beliau di Keuskupan Amboina.

Advertisements

Lebih lanjut dalam pertemuan  Rettob katakan,  Mgr. Seno Ngutra menyampaikan beberapa hal penting yang tentu menjadi bekal PMKRI Cabang Ambon, antara lain:

1. Uskup Mengajak agar PMKRI sebagai organisiasi harus mengutamakan contoh dan tindakan yang harus dilakukan secara nyata. Idealisme boleh tinggi tetapi harus disertai dengan contoh tindakan.

2. Ketika melakukan kegiatan-kegiatan yang mengawal dan memperjuangkan hak-hak masyarakat seperti demonstrasi dan lain sebagainya harus dilakukan secara cerdas, elegan, terstruktur, dan tepat sasaran

3. Sinergitas kelompok-kelompok karegorial gereja Katolik akan ditingkatkan dengan dibuat atau dilakukan beberapa pertemuan berjenjang antar semua elemen, misalnya sekami, OMK, PMKRI, Pemuda Katolik, WKRI, KBK, dan lain sebagainya.

4. Uskup mengajak PMKRI untuk merubah paradigma dengan ikut terlibat dan bergabung dengan organisasi kategorial berjenjang Gereja yang sifatnya Wajib, seperti OMK. Sehingga ada membawa aura positif dan menjadi contoh dalam OMK dan dengan sendirinya teman-teman OMK bisa tertarik mengikuti pengkaderan di PMKRI

5. Usulan Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik (STPAK) yang dijadikan sebagai lumbung Kader PMKRI akan diupayakan, sembari melihat proses-proses pengkaderan mahasiswa Katolik, guna membangun kembali citra pendidikan Katolik. Dimana Uskup juga berencana membangun persekolahan Katolik lengkap dengan asrama Katolik agar anak anak Katolik bisa tinggal dan lebih terdidik didalamnya. Akan diupayakan ada sebuah asrama Katolik di tengah-tengah kota Ambon sehingga anak-anak Katolik yang datang kuliah di ambon bisa tinggal di dalamnya.

6. Peranan awam akan lebih ditingkatkan lagi dengan mengambil peran awam pada setiap komisi di keuskupan dan persekolahan katolik. Ini merupakan salah satu langkah Uskup untuk memberdayakan sumber saya manusia khusunya pada awam .

7. Motto Uskup “DUC IN ALTUM” yang artinya bertolak ke tempat dalam, dimana ini mengharuskan uskup untuk lebih turun ke dalam umat dan melihat lebih dekat kondisi sosial umat Katolik, khusunya bagi mereka yang berada di daerah pinggiran, atau daerah pedalaman yg masih jauh dari pendidikan dan pembangunan.

8. Dalam melakukan pelayanan kepada umat Katolik sesuai dengan motto Uskup, maka Uskup dan para imam tidak berjalan sendiri, namun Uskup dan para imam berjalan bersama umat. Oleh karena itu Uskup membutuhkan umat atau awam khusunya mereka yang berprofesi sebagai katekis untuk berani mengajar dan mendidik iman kekatolikan sampai ke daerah-daerah terluar dan terpinggir wilayah keuskupan atau biasa dikenal dengan istilah daerah pedalaman. Hal ini demi mengembalikan misi kekatolikan yang sejak dahulu dirintis melalui kaum awam atau katekis yang mengajarkan agama Katolik sampai ke pedalaman masyarakat Maluku yg masih jauh dari kehidupan modern..

9. Uskup mengajak PMKRI juga untuk merancang dan melakukan kegiatan-kegiatan yang mengunakan teknologi dengan menghadirkan tokoh-tokoh Katolik yang mampu menginspirasi umat Katolik

10. Uskup juga mengajak PMKRI untuk menggaungkan seruan toleransi dan berani untuk berbaur dengan siapapun, terlebih mereka yang beda agama. Hal guna ketika ingin merubah seseorang, maka harus dengan pergaulan. Dengan begitu semangat persaudaraan akan diperkuat di Maluku. Uskup telah memulainya dari kegiatan anak lintas agama di wilayah2 keuskupan.

11. Uskup juga mengajak PMKRI dari dua segi yakni internal dan eksternal. Secara internal PMKRI harus mampu memperkuat Iman dan pengetahuan keagamaan Katolik. Sedangkan secara eksternal PMKRI harus mampu menyuarakan toleransi dengan belajar bergaul dengan yang berbeda-beda.

12. Uskup berharap PMKRI harus senantiasa dibawah hierarki secara spiritual. Dan harapannya pastor moderator dapat terus memback-up PMKRI. Semoga kedepannya pertemuan ini dapat diprogramkan secara rutin dalam 6 bulan sekali atau 1 tahun sekali dengan melibatkan segala elemen organisasi Katolik sambil duduk Ngopi (Ngobrol Pintar). Dengan begini juga sebagai bentuk aspirasi yang harus Uskup dengar juga.

Tak luputUskup Amboina turut mendukung dan mendoakan Kongres XXXII dan MPA XXXI PMKRI St. Thomas Aquinas di Samarinda pada tanggal 20-26 Juni mendatang. (it-02)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.