Ohorella Ajak Masyarakat Hidup Rukun dan Damai
Ambon, indonesiatimur.co – Dinamika situasi pasca dugaan penganiayaan 2 orang pemuda asal negeri Kailolo oleh sekelompok pemuda Kabau saat ini masih hangat diperbincangkan di kalangan warga Kailolo dan Kabauw.
Terlepas dari hal tersebut, warga Kailolo maupun Kabauw yang berdiam di kota Ambon saat ini tidak terlalu merespon dan lebih mempercayakan permasalahan tersebut untuk ditangani oleh pihak Kepolisian.
Menanggapi hal tersebut salah satu yang memiliki peranan penting sebagai tokoh sentral Negeri Kailolo, yang juga mantan Raja Kailolo, Azhar Ohorella yang berdiam di kota Ambon, berharap agar kedua negeri, baik warga Negeri Kailolo maupun warga Negeri Kabau khususnya yang berada di kota Ambon, tidak terpancing maupun terpengaruh serta terprovokasi dengan situasi dan kondisi yang ada, mengingat kota Ambon merupakan ibu Kota Provinsi Maluku dan pusat perekonomian, dimana semua orang mencari nafkah demi kelangsungan hidup.
Selain itu di Kota Ambon terdapat masyarakat primordial dan majemuk yang telah hidup berdampingan dari berbagai suku, agama, dan ras, dan masih memegang erat tali persaudaraan yang tinggi serta menghargai seseorang dengan ketokohannya, sehingga ada perlunya penyesuaian dalam keberagaman tersebut.
“Saya berharap agar warga Negeri Kailolo maupun warga Negeri Kabauw yang saat ini berdiam di kota Ambon, dapat menahan diri dari segala bentuk hasutan yang berbau provokatif serta mengadu domba, yang dilakukan di berbagai platform medsos pasca kejadian,”himbaunya, Minggu (11/05/2025).
Ohorella mengajak masyarakat kedua negeri untuk sama-sama menjaga kota Ambon agar tetap aman dan nyaman, tetap hidup berdampingan dengan damai dan biarkan permasalahan yang terjadi di kampung di serahkan untuk ditangani oleh pihak Kepolisian.
“Buat saudara-saudaraku di Kota Ambon atas nama nilai-nilai adat, budaya dan agama yang kita junjung tinggi, mari kita.
1.Menahan diri dari segala bentuk provokasi dan kekerasan.
2.Menyelesaikan setiap perbedaan melalui musyawarah dan mufakat.
3.Mengedepankan rasa saling menghargai dan toleransi.
4.Membangun komunikasi yang terbuka, jujur dan damai,”ujarnya mengingatkan.
Dia percaya bahwa masa depan yang lebih baik hanya dapat tercapai jika semua masyarakat berjalan bersama dalam semangat damai dan
saling pengertian. (it-02)
