Warga Binaan Lapas Geser Fokus Perawatan Budidaya Kangkung Hidroponik
Geser, indonesiatimur.co – Warga binaan Lembaga Pemasyaraatan (Lapas) Kelas III Geser semakin cakap dan terampil dalam program pemberdayaan di bidang pertanian dalam mendukung ketahanan pangan. Dimana saat ini, warga binaan memfokuskan perawatan budidaya kangkung hidroponik dengan rutin melakukan pemantauan dan penambahan nutrisi yang tepat, penjagaan kualitas pH air, dan upaya pencegahan hama. Giat ini bertujuan untuk memastikan pertumbuhan budidaya kangkung cabut berjalan optimal guna meningkatkan jumlah produksi dan keberlanjutan ketahanan pangan, selasa (11/11/2025).
Staf subseksi pembinaan Alfin Iksan Ramadhan yang turut memberikan pendampingan kepada warga binaan mengatakan pemberian nutrisi yang tepat dari segi jumlah, komposisi, dan waktu serta didukung oleh perawatan yang konsisten, adalah kunci utama untuk mencapai hasil panen sayuran hidroponik yang baik dan berkualitas.
“Sementara ini, tanaman kangkung yang sedang kita budidayakan dengan metode hidroponik modifikasi memiliki pertumbuhan yang baik, subur dan hijau. Langkah selanjutnya adalah menjaga kondisi tersebut melalui perawatan rutin, seperti pemberian nutrisi yang tepat. Perawatan dan pemberian nutrisi memiliki hubungan yang sangat erat terhadap hasil panen dengan metode hidroponik. Nutrisi berfungsi sebagai sumber pasokan air dan mineral penting yang secara langsung memengaruhi pertumbuhan, dan kualitas hasil tanaman yang dibudidayakan, dimana targetnya jelas adalah hasil panen yang meningkat dan dapat berkelenjutan,” jelasnya.
Kepala Lapas Geser, Mulyo Utomo mengatakan kegiatan pemberdayaan warga binaan di sektor pertanian menjadi bagian yang turut dimaksimalkan dan terus dikembangkan melalui pendampingan dan pembimbingan petugas dengan pendekatan humanis dan inovatif.
“Upaya ini menjadi wujud nyata keseriusan Lapas Geser dalam mendukung dan menyukseskan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto perihal ketahanan pangan di sektor pertanian. Ini menjadi implementasi yang berhasil kami capai di tahun 2025, dimana bukan hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan mandiri di dalam Lapas Geser tetapi juga berdampak pada masyarakat sekitar dan terlebih lagi, dapat menjadi sarana untuk memberikan bekal keterampilan yang berkelanjutan bagi warga binaan setelah bebas,” pungkasnya. (it-02)

