Panen Hidroponik Berlimpah, Lapas Geser Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan
Geser, indonesiatimur.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser terus membuktikan keberhasilan dalam menyelenggarakan program pembinaan kemandirian melalui sektor agribisnis. Pada capaian terbarunya, Warga Binaan sukses melakukan panen dengan estimasi hasil produksi mencapai 150 ikat kangkung cabut (Ipomoea aquatica) dengan kualitas yang sangat segar dan higienis, Selasa (02/06/2026).
Keberhasilan panen raya ini kembali menjadi bukti konkret dari optimalisasi program pembinaan kemandirian di Lapas Geser. Melalui pendekatan pembinaan yang produktif dan edukatif, Lapas Geser berhasil mentransformasi lingkungan pemasyarakatan menjadi wadah yang positif dan menghasilkan warga binaan yang terampil serta mampu berkontribusi nyata dalam mendukung dan menyukseskan program ketahanan pangan, sesuai arah kebijakan nasional.
Staf Pembinaan Lapas Geser, Alfin Iksan Ramadhan, mengatakan bahwa kegiatan budidaya sayuran hijau dengan metode hidroponik modifikasi di Lapas Geser ini memang dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan agrobisnis yang produktif. Program ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung program program prioritas Kementerian Imipas.
“Alhamdulillah, program pemberdayaan warga binaan terus menuai hasil yang optimal dan konsisten. Kami berharap kedepannya, upaya ini mampu memulihkan rasa percaya diri warga binaan, melatih kedisiplinan, dan membentuk etos kerja yang produktif selama mereka menjalani masa pidana,” jelas Alfin.
Alfin menambahkan, distribusi hasil panen yang dihasilkan ini akan ditujukan untuk pemenuhan gizi internal (dapur Lapas) melalui pihak penyedia bahan makanan (bama) dan sebagian besarnya akan dipasarkan kepada petugas serta masyarakat sekitar yang antusias.
Sementara itu, salah satu warga binaan berinisial JR mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
“Saya bersyukur bisa terlibat dalam program pemberdayaan ini. Di balik keterbatasan kami, ternyata waktu yang ada bisa kami manfaatkan dengan baik terlebih lagi dengan hasil panen yang memuaskan. Keterampilan bertani dengan metode hidroponik yang kami pelajari di sini adalah bekal berharga untuk masa depan setelah bebas nanti. Selanjutnya, untuk menjaga konsistensi dan kualitas budidaya berkelanjutan, kami akan memaksimalkan perawatan rutin, seperti pemberian nutrisi, pengendalian hama, dan menjaga kestabilan pH air guna meningkatkan hasil panen pada periode berikutnya,” terangnya.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan fasilitas yang ada. Ia menyampaikan bahwa pihak Lapas Geser akan meningkatkan sarana dan prasarana lanjutan agar skala produksi dapat terus berkembang dengan skal yang terus meningkat.
“Langkah progresif ini akan terus dimaksimalkan oleh jajaran Lapas Geser. Kami berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan fasilitas yang ada agar kegiatan pemberdayaan Warga Binaan dapat berjalan dengan baik. Kami berharap keahlian ini benar-benar menjadi modal penting bagi Warga Binaan saat kembali ke lingkungan bermasyarakat,” pungkas Nober. (it-06)

