Tanam Pakcoy, Lapas Geser Cetak Warga Binaan Mandiri dan Produktif
Geser, indonesiatimur.co – Di tengah keterbatasan ruang, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser terus menghadirkan program pembinaan yang inovatif dan berdampak nyata. Melalui kegiatan budidaya sayuran pakcoy, Lapas Geser tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat menjadi modal berharga setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (06/06/2026) itu diawali dengan pembimbingan dan pengarahan mengenai teknik penyemaian bibit pakcoy. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan lapas, warga binaan diajak mengenal proses budidaya sayuran mulai dari tahap awal hingga panen.
Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang dirancang untuk membentuk karakter produktif sekaligus meningkatkan kemampuan kerja warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Staf Pembinaan Lapas Geser, Alfin Iksan Ramadhan, menjelaskan bahwa pakcoy dipilih karena memiliki masa tanam yang relatif singkat, mudah dibudidayakan, serta memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.
“Warga binaan sering kali mengalami keterbatasan akses untuk mengembangkan keterampilan baru selama masa pembinaan. Karena itu, program ini kami hadirkan agar mereka memiliki keahlian teknis yang nyata. Selain mendukung produksi pangan bergizi, tujuan utamanya adalah membentuk kemandirian mereka di masa depan,” jelas Alfin.
Menurutnya, budidaya pakcoy dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif karena memberikan pengalaman langsung dalam mengelola tanaman yang bernilai jual dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha produktif.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh.) Kasubsi Pembinaan Lapas Geser, M. Yusuf Kilkoda, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bukti bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan mental dan perilaku, tetapi juga penguatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Program budidaya pakcoy ini menjadi bukti bahwa masa pembinaan dapat bertransformasi menjadi wadah pengembangan diri yang solutif. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi sumber mata pencaharian baru dan peluang usaha di sektor agribisnis setelah mereka bebas nanti,” ungkap Yusuf.
Lebih jauh, ia meyakini kegiatan tersebut mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan optimisme warga binaan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk berkarya, mandiri, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Selain mendukung program ketahanan pangan nasional, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan semangat berwirausaha. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus melekat dan menjadi bekal penting saat warga binaan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Melalui program budidaya pakcoy, Lapas Geser kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada masa depan. Dari benih yang ditanam hari ini, tumbuh harapan baru bagi lahirnya warga binaan yang lebih terampil, mandiri, dan siap menata kehidupan yang lebih baik. (it-06)

