Bekal Kemandirian, UMKM Tahu Isi Jadi Jembatan Warga Binaan Kembali ke Masyarakat
Langgur, indonesiatimur.co – Semangat kemandirian bersemi melalui dapur sederhana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual. Beberapa warga binaan produktif mengolah tahu menjadi kudapan tahu isi yang renyah dan gurih, sebuah inisiatif UMKM yang bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang, melainkan bekal nyata untuk kembali merajut asa di tengah masyarakat. Jumat (12/12/2025).
Program pembinaan kemandirian ini digagas sebagai jembatan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar setelah mereka bebas nanti.
Kepala Lapas Tual, Nurchalis Nur, menjelaskan bahwa program ini adalah wujud nyata fungsi lapas sebagai tempat pembinaan, bukan sekadar penjara. “Kami ingin memastikan setiap warga binaan yang keluar dari sini membawa bekal, salah satunya melalui UMKM tahu isi ini. Ini bukan hanya soal jualan, tapi soal menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian ekonomi,” ujar Nurchalis saat ditemui di ruang kerjanya.
Proses produksi UMKM ini diawasi ketat oleh Kasubsi Kegiatan Kerja, L. Laitera. Ia memastikan kualitas tahu isi yang dihasilkan memenuhi standar kesehatan dan kebersihan. “Setiap hari kami produksi puluhan tahu isi yang dijual ke kantin lapas dan dipesan oleh pegawai. Antusiasme warga binaan sangat tinggi, mereka merasa dihargai karena hasil kerja keras mereka bernilai ekonomi,” jelas Laitera.
Salah seorang warga binaan, sebut saja Sari, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Sebelum masuk lapas, ia tidak memiliki keahlian khusus. Kini, ia mahir membuat adonan isi tahu yang lezat dan mengemasnya dengan rapi. “Saya bersyukur sekali bisa ikut kegiatan ini. Nanti kalau sudah bebas, saya berencana buka usaha tahu isi kecil-kecilan di kampung. Ini harapan baru buat saya dan keluarga,” tutur Ibu Sari dengan mata berkaca-kaca.
Melalui UMKM tahu isi ini, Lapas Kelas IIB Tual membuktikan bahwa pembinaan yang humanis dan produktif mampu mengubah stigma. Kudapan renyah tersebut menjadi simbol bekal kemandirian, siap mengantarkan para warga binaan kembali ke masyarakat dengan kepala tegak dan keterampilan baru di tangan. (it-06)

