Hukum Maluku 

Lapas Wahai Sterilkan Wartelsuspas, Antisipasi Penipuan dan Gangguan Kamtib

Wahai, indonesiatimur.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai gelar inspeksi mendadak (sidak) dan sterilisasi di area Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas), Kamis (23/04/2026). Langkah tegas ini diambil untuk menutup rapat celah praktik penipuan sekaligus memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban (kamtib) dari balik jeruji.

Aksi preventif ini dipimpin langsung oleh Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban (Kasubsi Kamtib), Usman Bakri, dengan pengawalan ketat dari sejumlah petugas pengamanan. Dalam operasi tersebut, petugas menyisir setiap sudut ruangan dan melakukan pemeriksaan mendalam yang difokuskan pada pengecekan fitur perangkat, riwayat penelusuran (browsing), serta daftar pemanggilan pada handphone Wartelsuspas guna memastikan tidak adanya aplikasi di luar ketentuan maupun akses ke situs-situs ilegal.

Berdasarkan hasil penyisiran teknis tersebut, petugas tidak menemukan adanya riwayat akses terlarang, aplikasi ilegal, maupun indikasi penyalahgunaan lainnya yang berpotensi mengganggu stabilitas kamtib di Lapas Wahai. Seluruh fasilitas komunikasi dipastikan tetap dalam kondisi standar, bersih dari perangkat ilegal, dan berjalan sepenuhnya sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa sterilisasi ini merupakan instrumen deteksi dini yang krusial. “Lapas Wahai berkomitmen menutup celah sekecil apa pun, terutama potensi penipuan melalui alat komunikasi. Wartelsuspas harus murni digunakan sebagai sarana silaturahmi Warga Binaan dengan keluarga, bukan untuk hal-hal yang melanggar hukum,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Usman Bakri menjelaskan bahwa sterilisasi dilakukan secara mendetail untuk menjamin keamanan perangkat.

“Kami bergerak cepat melakukan sterilisasi untuk memastikan Wartelsuspas bersih dari segala potensi penyimpangan. Fokus kami adalah memastikan sarana komunikasi ini tidak disalahgunakan. Hasil hari ini menunjukkan seluruh perangkat dalam kondisi standar dan aman,” jelas Usman.

Menanggapi langkah tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi terhadap upaya preventif yang dilakukan.

“Langkah deteksi dini yang dilakukan jajaran Lapas Wahai merupakan implementasi nyata dari perintah harian untuk menjaga integritas Pemasyarakatan. Saya mengapresiasi kesiapsiagaan petugas dalam memastikan fasilitas negara tidak disalahgunakan untuk kegiatan kriminalitas. Integritas di area layanan sensitif adalah kunci,” ungkapnya. (it-06)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.