Penemuan 24 WNA Cina di Gunung Botak Picu Alarm Kedaulatan SDA Maluku
Ambon, indonesiatimur.co — Penemuan 24 warga negara asing (WNA) asal Cina dalam operasi penertiban tambang ilegal di kawasan Gunung Botak, Pulau Buru, Provinsi Maluku, menuai sorotan tajam dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Persoalan ini dinilai bukan sekadar pelanggaran keimigrasian, melainkan sudah menyentuh isu kedaulatan negara.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum ESDM, Rilke Jeffri Huwae, menegaskan keberadaan puluhan WNA di lokasi tambang ilegal menunjukkan adanya persoalan serius yang melampaui aspek administrasi seperti paspor dan izin tinggal.
“Kalau yang ditemukan pekerja tambang ilegal warga Indonesia atau warga lokal, itu mungkin masih bisa kita pahami. Tetapi kalau sudah melibatkan WNA, apalagi dalam jumlah banyak, maka ini sudah menjadi persoalan internasional,” tegasnya.
Menurut Jeffri, keberadaan WNA di kawasan pertambangan tanpa izin (PETI) Gunung Botak mengindikasikan adanya campur tangan pihak asing terhadap pengelolaan sumber daya alam Indonesia secara ilegal.
“Kita harus sadar bahwa kekayaan alam kita sedang diintervensi. Ini bukan lagi sekadar tambang ilegal biasa,” ujarnya.
Ia juga menyinggung sensitivitas masyarakat Maluku terkait pengelolaan sumber daya alam yang selama ini dianggap lebih banyak dinikmati pihak luar. Situasi tersebut, kata dia, semakin memprihatinkan jika hasil tambang diduga mengalir hingga ke luar negeri.
“Kalau sumber daya alam Maluku dibawa keluar daerah saja masyarakat sudah merasa tersinggung, apalagi kalau sampai dibawa ke Cina. Ini bukan lagi sekadar melampaui batas teritorial, tetapi sudah menyentuh batas kedaulatan negara,” katanya.
Dirjen menilai persoalan di Gunung Botak harus dilihat secara lebih luas dan strategis, tidak hanya berhenti pada proses pemeriksaan izin atau deportasi terhadap para WNA tersebut.
“Masalah Gunung Botak bukan cuma illegal mining. Yang harus kita pahami adalah bagaimana pihak luar bisa masuk dan mengintervensi kedaulatan kita melalui pengelolaan sumber daya alam,” tandasnya. (it-02)
