HIPMI Disebut Kawah Candradimuka Pengusaha Muda, Rakerda Maluku Fokus Cetak Pengusaha Tangguh
Ambon, indonesiatimur.co — Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Maluku terus memperkuat kaderisasi dan konsolidasi organisasi melalui pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang berlangsung penuh semangat kolaborasi dan penguatan kapasitas pengusaha muda.
Dalam sambutannya, Wasekjen BPP HIPMI sekaligus Ketua Satgas Energi BPP HIPMI, Jay Singgih yang mewakili Ketum DPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari menegaskan bahwa HIPMI sejak awal didirikan pada tahun 1972 memiliki misi besar mencetak pengusaha muda tangguh yang mampu menjadi tulang punggung ekonomi bangsa.
“HIPMI adalah kawah candradimuka tempat pengusaha muda dan calon pemimpin bangsa ditempa agar menjadi pengusaha nasionalis, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat ASEAN maupun internasional,” ujarnya di hadapan peserta Rakerda HIPMI Maluku.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus BPD HIPMI Maluku, para Ketua BPC HIPMI kabupaten/kota se-Maluku, senior HIPMI, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, serta berbagai mitra organisasi dan peserta kaderisasi.
Dalam kesempatan itu, BPP HIPMI juga menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal BPP HIPMI yang berhalangan hadir karena agenda organisasi lainnya.
Rakerda HIPMI Maluku disebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang strategis memperkuat kaderisasi dan arah organisasi ke depan. Hal ini terlihat dari pelaksanaan kegiatan yang berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan berbagai narasumber dan materi pengembangan organisasi.
Selain itu, para kader HIPMI Maluku juga didorong untuk mengikuti berbagai tahapan kaderisasi nasional, termasuk Diklatnas HIPMI yang saat ini bermitra dengan BUMN dan membahas berbagai isu strategis seperti geopolitik, geostrategi, kepemimpinan, hingga kebijakan ekonomi nasional.
“Tujuannya agar alumni kaderisasi HIPMI tidak hanya menjadi pengusaha sukses, tetapi juga memiliki pemahaman holistik terhadap kebijakan pemerintah dan dinamika global,” jelasnya.
Dalam sambutannya, ia juga menyoroti pentingnya data dan pendampingan usaha bagi pelaku UMKM di daerah. Menurutnya, banyak program pembiayaan pemerintah yang sudah sangat baik, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), namun belum seluruh pelaku usaha mampu memenuhi standar administrasi dan manajerial yang dibutuhkan.
“Pengusaha muda harus punya semangat usaha, tetapi juga harus tertib secara manajerial, pembukuan, dan administrasi agar mudah mendapatkan akses pembiayaan,” katanya.
Ia menilai tantangan dunia usaha di daerah masih cukup besar, terutama terkait akses pendanaan yang belum kompetitif dibandingkan daerah lain maupun negara tetangga seperti Singapura.
Karena itu, HIPMI diharapkan mampu menjadi wadah mentorship dan penguatan kapasitas pengusaha muda agar lebih siap menghadapi persaingan global dan dinamika ekonomi saat ini.
BPP HIPMI juga memberikan apresiasi terhadap soliditas BPD HIPMI Maluku yang dinilai aktif menjalankan kaderisasi dan program organisasi secara berkelanjutan.
Di tengah kondisi geopolitik dan ekonomi global yang dinamis, para pengusaha muda juga diingatkan untuk tetap prudent atau bijak dalam menjalankan usaha.
“Kita harus menjadi pengusaha yang bijak, tidak terlalu agresif tetapi juga tidak berjalan biasa-biasa saja,” pesannya.
Rakorda HIPMI Maluku diharapkan mampu melahirkan program-program strategis yang berdampak langsung bagi pengembangan dunia usaha dan peningkatan ekonomi daerah di Provinsi Maluku. (it-02)

