Daerah Maluku 

Angka Kemiskinan Ekstrem Ambon Naik, Pemkot Pertanyakan Perubahan Kriteria

Ambon, indonesiatimur.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mempertanyakan kenaikan angka kemiskinan ekstrem di Kota Ambon, meskipun sebelumnya berhasil meraih penghargaan terkait upaya penanggulangan kemiskinan.

Menurut Kepala Bappeda Litbang Kota Ambon, Enrico Matitaputty, berdasarkan data yang dipaparkan Bappenas dalam uji publik rencana penanggulangan kemiskinan daerah (RPKD) Kota Ambon periode 2025-2030, di Marina Hotel, Jumat (30/10/2026), angka kemiskinan ekstrem di Ambon tercatat sekitar 2,4 persen di tahun 2025. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya yang mencapai 2,9 persen di tahun 2024. Namun, pemerintah kota menilai capaian tersebut masih perlu dikaji lebih mendalam, terutama terkait indikator dan kriteria yang digunakan dalam pengukuran kemiskinan ekstrem. Padahal Kota Ambon pernah mendapat penghargaan selama 2 tahun berturut-turut, karena angka kemiskinan ekstrem nol persen.

Oleh karena itu, Enrico katakan, persoalan ini menjadi perhatian Pemkot Ambon karena kondisi di lapangan dinilai perlu dicermati kembali dengan indikator yang jelas.

Dia bahkan mempertanyakan kemungkinan adanya perubahan kriteria dalam penetapan masyarakat miskin ekstrem. Pasalnya, kondisi sejumlah rumah tangga di Ambon dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan gambaran kemiskinan ekstrem sebagaimana yang dipahami selama ini.

Meski demikian, Enrico menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk terus menekan angka kemiskinan ekstrem melalui berbagai program intervensi.

Target pemerintah pusat adalah menghapus kemiskinan ekstrem pada 2045. Namun, Pemkot Ambon memasang target lebih cepat, yakni mencapai nol persen sebelum masa kepemimpinan Wali Kota berakhir pada 2030 nanti. (it-02)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.