Menteri PPPA Canangkan Sekolah Ramah Anak di KKT

Saumlaki, indonesiatimur.co – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohanna Yembise, mencanangkan SMPN 1 Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sebagai sekolah ramah anak. Pencanangan yang ditandai dengan penandatanganan prasasti sekolah ramah anak itu didampingi langsung Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail, Rabu (28/08/2019). “Ada 24 kriteria sekolah ramah anak. SMP N 1 Tanimbar Selatan telah memenuhi kriteria itu, juga beberapa sekolah lainnya di KKT. Sekolah-sekolah ini akan kita jadikan sebagai sekolah ramah anak, sekaligus model di kabupaten ini,” kata Yohanna dalam sambutannya. Selain SMP N 1…

selanjutnya
Agenda Maluku 

Fatlolon: Kami Komitmen Jadikan KKT Kabupaten Layak Anak

Saumlaki, indonesiatimur.co –  Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Petrus Fatlolon menyatakan komitmennya untuk mendukung dan menjadikan KKT sebagai kabupaten layak anak di Provinsi Maluku. Pernyataan ini disampaikan Fatlolon di depan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Widya Murad Ismail, saat launching Pencanangan Komitmen KKT sebagai kabupaten layak anak di Lapangan Mardwiak, Kota Saumlaki, Rabu (28/08/2019). “Atas nama KKT, kami menyatakan komitmen untuk menjadikan kabupaten ini sebagai kabupaten layak anak,” tegas Fatlolon saat memberikan sambutan di hadapan undangan dan ribuan masyarakat…

selanjutnya
Daerah Hukum 

Kasus KDRT di Indonesia Timur Paling Tinggi, Apa Penyebabnya?

Jakarta – Perempuan di Indonesia timur masih mengalami ketertinggalan apalagi perhatian dan pemberdayaan dari pemerintah masih sangat kurang. Mereka memiliki potensi yang seharusnya dioptimalkan namun yang terjadi adalah penindasan secara stereotif dimana kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) banyak menimpa para wanita di kawasan tersebut. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Prof Yohanna Susana Yembise, mengungkapkan bahwa perlu ada upaya pemberdayaan lebih, karena selama ini mereka minder untuk maju. “Mereka jarang mendapat pelatihan, dan antara perempuan di timur Indonesia dengan barat ada kesenjangan cukup lebar,” kata Yohana, di Balai…

selanjutnya