Daerah Hukum 

Kasus KDRT di Indonesia Timur Paling Tinggi, Apa Penyebabnya?

[foto: int]
[foto: int]
Jakarta – Perempuan di Indonesia timur masih mengalami ketertinggalan apalagi perhatian dan pemberdayaan dari pemerintah masih sangat kurang. Mereka memiliki potensi yang seharusnya dioptimalkan namun yang terjadi adalah penindasan secara stereotif dimana kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) banyak menimpa para wanita di kawasan tersebut.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Prof Yohanna Susana Yembise, mengungkapkan bahwa perlu ada upaya pemberdayaan lebih, karena selama ini mereka minder untuk maju.

“Mereka jarang mendapat pelatihan, dan antara perempuan di timur Indonesia dengan barat ada kesenjangan cukup lebar,” kata Yohana, di Balai Kartini, Jakarta, seperti dikutip Suara Pembaruan, Jumat (6/2).

Menurut Yohana, ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di kawasan ini.

“Salah satu pemicu tingginya KDRT di kawasan timur adalah kebiasaan masyarakat, khususnya para suami, mengkonsumsi minuman keras (miras),” terangnya.

Yohanna mengaku jika saat ini pihaknya telah meminta bantuan tokoh agama maupun tokoh masyarakat agar lebih masif menyosialisasikan pencegahan KDRT.

“Saya akan berkeliling ke seluruh daerah timur Indonesia, seperti Papua, NTT, Maluku, dan Manado untuk mengampanyekan tentang KDRT,” tuturnya. (ak)

Find this content useful? Share it with your friends!

Terkait

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.